Ketua DPD RI Dukung Kemandirian Pesantren di Sulbar -->
Cari Berita

Ketua DPD RI Dukung Kemandirian Pesantren di Sulbar

Tuesday, January 4, 2022


MAMUJU - Ketua DPD RI, AA LaNyalla Mahmud Mattalitti, mendukung program kemandirian pesantren di Sulawesi Barat sebagaimana dicanangkan pemerintah pusat.


Dengan kemandirian itu, LaNyalla optimistis pesantren bisa lepas dari ketergantungan terhadap donatur.


"Pesantren mandiri merupakan keniscayaan. Dengan kemandirian pesantren, pesantren akan mampu menekan ketergantungan terhadap sumbangan donatur yang jumlahnya tidak stabil," tutur LaNyalla yang melakukan kunjungan kerja ke Mamuju, Sulawesi Barat, Selasa (4/1/2022).


Senator asal Jawa Timur menambahkan, ketergantungan itulah yang menyebabkan pesantren sulit dalam mengelola dana dan menjalankan manajemen pesantren secara profesional. 






"Itulah alasan mengapa kita harus mendukung program kemandirian pesantren di Sulawesi Barat. Apalagi program ini sejalan dengan yang telah dicanangkan pemerintah pusat," katanya. 


Tidak itu saja, LaNyalla juga mendukung pemetaan di Sulbar terkait potensi kemandirian pesantren, seperti potensi ekonomi yang akan dikerjasamakan dengan Bank Indonesia. 


"Pesantren yang mandiri secara ekonomi, akan menjadi kekuatan pesantren terutama dalam pengelolaan manajemen serta peningkatan kualitas pelayanan pendidikan berbasis agama Islam," tukasnya.


LaNyalla menambahkan, sumber daya alam Sulbar dapat menjadi salah satu sumber potensial yang dapat diolah melalui produk-produk UMKM yang dapat dikelola pihak pesantren. 


"Jika pesantren mampu mengelola sumber daya alam yang ada, potensi ekonomi dapat diperoleh sekaligus menjadi prioritas pemberdayaan santri sebagai efek domino dari kemandirian pesantren tersebut," katanya.


Kehadiran LaNyalla di Sulawesi Barat, disambut anggota DPD RI dapil Sulbar Almalik Pababari, Sekda Provinsi Muhammad Idris, Kadis Kepala Dinas Perindustrian, Perdagangan,  Koperasi dan UKM Sulbar, Ketua Kadin Sulbar Taslim Tammauni dan anggota DPRD Provinsi Sulbar Sukardi M. Noor.(*)


Editor: Gus Din