Carbon Inisiatif Food Estate Indonesia -->
Cari Berita

Carbon Inisiatif Food Estate Indonesia

Monday, January 10, 2022



Foto: Kika: Triyansyah Putra ST, MBA, CPM (Asia), Dr. Ir. Ishenny Mohd Noor, M.Eng.Sc, Ir. Audey Sjofjan, Dr. Hanafi Sofyan Guciano, dan Ir. Piet Gregorius Tangka MSc. (Pieter Tangka). (Investor.id)

Boleh dikatakan Pemikir Pencetus, Pengajar dan Penggiat Ekonomi Hijau pertama di Indonesia adalah bapak Prof. Dr. Emil Salim ::::

Beliau mencetuskan pemahaman Environment Enrichment yang memandang Lingkungan bukan sebagai Liabilities tetapi Lingkungan adalah Asset yang harus dijaga dan diperkaya. Saat Pemikiran awal Environment Enrichment timbul, saat itu Politik Pembangunan Indonesia adalah Ekonomi Pembangunan "Exploitasi" : contoh Land-use Changing & Deforestation, yang akhirnya terbukti sebagai penyumbang terbesar Carbon (CO2/CH4) Indonesia. 


Carbon Inisiatif Indonesia (CII) menginisiasi bahwa Carbon adalah sangat penting bagi kehidupan mahluk dan alam raya. Untuk itu dibutuhkan Langkah Cerdas Carbon Inisiatif yang memperkaya Asset Lingkungan di bumi, untuk meningkatkan Kesehatan Holistik, Ketahanan Pangan & Energi di alam yang bersih asri lestari, sekaligus sebagai langkah Mitigasi / Adaptasi Perubahan Iklim. 






1 (satu) contoh nyata Carbon Inisiatif di era Ekonomi Hijau adalah : *Carbon Inisiatif Food Estate Indonesia*. 


Bagaimana kita sebagai Bangsa Agraris Tropical bertahun-tahun di subsidi pupuk sekitar Rp. 31 Triliun setiap tahun untuk pupuk yang tidak jelas Return nya, padahal Tanah itu adalah "hara", lihat hutan yang tidak pernah dipupuk tapi terdapat jutaan vegetasi dan milyaran mahluk lain yang hidup. 


Perlu sangat dipahami, Biochar (Carbon) *bukan* pupuk tetapi berfungsi sebagai pembenah tanah (_Balitbangtan-Kementan_). 

BioChar : meningkatkan Moisture Dynamics, Nutrients Retention, Microbes survival & Plants dan Microbes Synergiesm. 


Melalui teknologi yang telah miliki, kita bisa konversi Sampah RT/Komersial/Perkantoran menjadi Carbon (BioChar) tanpa Emisi atau zero carbon. 


Tanpa Carbon, tanah tidak ada kehidupan alias mati. Meng-inisiasi Carbon ke Lahan Pertanian dan Perkebunan Food Estate adalah tindakan Environment Enrichment dalam Ekonomi Hijau. 


Biochar dapat digunakan sebagai pendamping pupuk untuk meningkatkan efisiensi pupuk bagi tanaman dan tidak mengalami pelapukan lanjut sehingga stabil sampai ribuan tahun di dalam tanah. Dengan demikian Carbon Inisiatif dapat menekan penggunaan pupuk sekaligus akan menekan Subsidi Pupuk. 

Khususnya dalam pembangunan Food Estate sebagai Keputusan Politik Presiden Jokowi, mutlak dibutuhkan Carbon sebagai satu-satu nya unsur pembenah tanah yang bisa bertahan ribuan tahun. 


Hal diatas membutuhkan  terobosan Business Model yang melibatkan Masyarakat/Petani, Perbankan atau sumber-sumber Pembiayaan lain. 


Diharapkan nantinya, Pemerintah bisa meng-adopsi *Carbon Inisiatif Food Estate Indonesia* tersebut untuk diperluas ke seluruh tanah air sebagai bentuk base line Kebijakan Pimpinan Nasional tentang Food Estate. 


Itulah Bagian kecil dari Indonesia Environment Enrichment melalui Carbon Inisiatif Food Estate Indonesia. 


Selamat pagi dan sehat


_Audey Sjofjan_