Tenun Songket Menjadi Primadona di Kongres V JKPI, Hj. Nyayu Eka Rachman Mahyuddin Doakan Berkembang -->
Cari Berita

Tenun Songket Menjadi Primadona di Kongres V JKPI, Hj. Nyayu Eka Rachman Mahyuddin Doakan Berkembang

Saturday, December 4, 2021




JAKARTA - Bogor menyambut para tamu delegasi untuk acara Kongres Jaringan Kota Pusaka Indonesia (JKPI) dan penganugrahan JKPI Award 2021 yang digelar 3 Desember 2021 di Hotel Puri Begawan. Acara tersebut dihadiri para peserta anggota JKPI dari Kota/Kabupaten di Indonesia


Dinas Kebudayan Kota Palembang menggandeng Pesona Bari Songket Palembang mempromosikan ragam kain tenun songket Palembang yang dikemas dalam Fashion Show pada acara Kongres ke V Jaringan Kota Pusaka Indonesia(JKPI)


Agus Rizal selaku kepala dinas kebudayaan Palembang menjelaskan bahwa kota Palembang dipercaya oleh JKPI untuk memperagakan pesona songket, dan kita lihat bahwa variasi dan bahan2nya yang ditampilkan ciri khas Palembang ujar Agus.


Agus mengatakan,  ada salah satu songket yang diperagakan  dan usianya lebih kurang 250 tahun, ini adalah warisan yang perlu dilestarikan karena Palembang terkenal dengan songket2nya. Mudah2an untuk kedepannya songket2 ini bisa mendunia ujarnya.


Ditemui di sela- sela kongres Hj. Nyayu Eka Rachman Mahyuddin mengatakan hal yang menarik dari Songket Palembang yaitu karena bernuansa sangat mewah karena hasil kerajinan tangan dan membutuhkan waktu yang sangat lama, proses pembuatannya paling cepat 3 bulan jadi sangat lama sekali dengan alat-alat tradisional. Ada ornamen – ornamen seperti yang saya pakai ada linernya jadi ada perpaduan dengan ikat dan emasnya.


Ada makna dibalik goresan-goresan di motif songket ini yaitu melambangkan kebesaran Sriwijaya di jaman dahulu kala, Sriwijaya itu terkenal dengan istilahnya Kerajaan emas. Jadi kebesaran-kebesarannya sampai sekarang diturunkan ke anak cucunya.


Kita menggunakan bahan lokal, ada beberapa bahan dari luar negeri, kita kerjakan menggunakan benang dari luar negeri tetapi kita proses tenunnya dengan tangan didalam negeri. Biasanya Songket dipakai untuk acara kebesaran istilahnya di acara perkawinan, acara yang sifatnya formal, juga sudah dimodifikasi agar bisa dipakai untuk kegiatan sehari-hari seperti yang dipakai oleh anak saya. Songket juga bisa dipakai oleh anak muda dan kaum milenial.” Pungkasnya Hj. Nyayu Eka Rachman Mahyuddin Owner Pesona Bari Songket Palembang. (Bamsur)