Tak Jadi Diturunkan, Rektor, Dekan dan MKPP Setujui Tuntutan Gempa -->
Cari Berita

Tak Jadi Diturunkan, Rektor, Dekan dan MKPP Setujui Tuntutan Gempa

Friday, December 31, 2021


Pamekasan, Jatim Aktual -
Gerakan Mahasiswa Penyambung Aspirasi (GEMPA) Melakukan Demonstrasi besar-besaran di depan Rektorat IAIN Madura. Jum'at, 31/12/21.

Kedatangan ratusan massa aksi menuntut agar kongres Pemilwa Fakultas Tarbiyah (Fatar) tidak diulang dan pemilihan tetap dilanjutkan sesuai dengan ketetapan KPU.

Massa aksi tersebut ditemui oleh Rektor, Wadek 3, MKPP, KPU, dan Ketua SEMA Fakultas Tarbiyah IAIN MADURA. 

Korlap aksi, Idrus Ali menyampaikan kekecewaannya dengan keputusan Dekan dan MKPP yang menandatangani tuntutan demo yang sebelumnya dilakukan oleh Republik Mahasiswa Institut (RM-I) pada Kamis, 30/12/21.

Aktivis PMII itu juga menanyakan alasan penandatanganan dari Dekan Fakultas Tarbiyah dan MKPP, namun jawaban dari Wadek III dan ketua MKPP tidak selaras dengan berita yang sebelumnya beredar.

"Kami menandatangani aksi RM-I itu bukan menerima tuntutan melainkan hanya menghargai tuntutan" Ujar Zainul Hasan, Wadek III saat memberikan klarifikasi kepada ratusan massa aksi.

Wadek III dan ketua MKPP justru menyampaikan terima kasihnya kepada pendemo (GEMPA) yang serius berbicara hukum dan peraturan, dan juga telah menyampaikan dengan lugas.

"Terimakasih keapda rekan-rekan Gempa, berkat kalian kami jadi paham sebenarnya yang terjadi, oleh karenanya kita tinggal menunggu proses pemilihan di KPU selesai," tambahnya.

Wakil KPU, Ach. Hendri Baidawi menyampaikan mundurnya ketua KPU sebelumnya (Mahrus Ali) tidak Syah karena SK KPU dari Fakultas Tarbiyah belum turun. 

"Justru tanggung jawab ketua KPU akhirnya diemban oleh saya pribadi sebagai wakil, dan beban saya semakin bertambah, namun mau bagaimana lagi pemilihan harus tetap dilanjutkan, tanggal 5 Januari harus selesai semuanya" Ucap Hendri, saat diminta menyampaikan awal mula terjadinya problem tersebut.

"Alhamdulillah semua ketua ormawa yang baru telah ditetapkan hanya tinggal 1 prodi MPI karena kedua bakal calon tidak hadir pada saat penetapan, untuk yang sudah ditetapkan tinggal pengajuan berkas ke Fakultas" jelas Hendri, mahasiswa Prodi PIAUD tersebut.

Sedangkan ketua SEMA, Ach. Faidi menegaskan sebenarnya kelompok kecil yang menggugat agar kongres dan Pemilihan diulang juga yang masih mempermasalahkan sidang paripurna yang dilakukan SEMA, 

"Sebenarnya mereka tidak mengerti, bahwa kita memiliki payung hukum yakni SK Dirjen Pendis No. 4961 Tahun 2016 yang melindungi hak mahasiswa untuk mencalonkan diri" kata Faid

"Ketika ada hasil kongres yang bentrok dengan SK Dirjen apalagi salah fatal seperti gugatan, maka tugas badan legislatif melindungi hak-hak mereka," ungkap Faid, sapaan akrabnya.

Idrus Ali menambahkan, Dekan Fatar dan MKPP tidak boleh berpihak pada kelompok yang tidak memiliki dasar kuat, tak perlu banyak pertemuan bahkan tak perlu banyak mediasi, tugas Dekan dan MKPP tinggal menunggu berkas dari KPU itu cukup, karena SK KPU sudah kuat jadi semua Sah meski digugat seperti apapun.

Adapun tuntutan yang telah disetujui yakni sebagai berikut :

1. Dekan/Wadek III wajib menyetujui hasil sidang paripurna ketua Sema Fakultas Tarbiyah dan ketetapan KPU
2. Dekan/Wadek III wajib menyetujui proses pemilihan Ormawa Fakultas Tarbiyah tetap dilanjutkan sampai selesai sesuai dengan deadline waktu (keputusan) dari KPU
3. Dekan/Wadek III dan MKPP wajib menolak diadakan kongres ulang dan pendaftaran ulang bakal calon ketua Ormawa Fakultas Tarbiyah
4. Dekan/Wadek III wajib menghargai upaya KPU dalam menjalankan tugas sebagai KPU Pemilwa Fakultas Tarbiyah yang sudah hampir selesai dalam menjalankan tugas
5. Dekan/Wadek III tidak akan merubah SK KPU Pemilwa Fakultas Tarbiyah meski diintervensi oleh pihak manapun
6. Setelah penetapan calon, Dekan wajib menerima berkas calon (yang sudah terpilih secara de jure dan de fakto) tanpa intervensi kelompok lain.

Kami siap menanda tangani tuntutan diatas. Bila dalam perjalanan Pemilwa tarbiyah Dr. Atiqullah. S.Ag., M.Pd (Dekan Fakultas Tarbiyah) yang dalam hal ini diwakili oleh Wadek 3 mengabaikan kembali semua tuntutan diatas maka saya (Dekan/Wadek 3) siap dituntut mundur dan bersedia mundur dari jabatan sebagai Dekan Fakultas Tarbiyah IAIN Madura.

Tuntutan tersebut ditandatangani oleh Rektor IAIN Madura, Wadek III Fakultas Tarbiyah, Ketua MKPP IAIN Madura, Ketua Sema Fakultas Tarbiyah, Ketua KPU yang saat ini dijabat oleh Wakilnya, serta korlap aksi dari Gempa.

Di akhir, Idrus Ali menyampaikan, GEMPA tidak pernah bermain-main dalam hal tuntutan.

"Jika ada salah satu tuntutan dilanggar setelah disetujui dengan materai, maka pihak yang bertanda tangan wajib menerima konsekuensinya, apalagi sudah tertanda tangani oleh Rektor IAIN Madura" pungkas Idrus. (Mad)