Diduga Ada Konspirasi dengan Rekanan, PUPR Pamekasan Enggan Core Proyek Pengaspalan -->
Cari Berita

Diduga Ada Konspirasi dengan Rekanan, PUPR Pamekasan Enggan Core Proyek Pengaspalan

Friday, December 17, 2021


Pamekasan - Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Kabupaten Pamekasan diduga ada konspirasi jahat dengan pihak rekanan pemenang tander proyek pengaspalan jalan di Sumedangan - Prekbun, Jum'at (17/12/2021).

Pasalnya, saat diminta untuk melakukan core drill Agregat A dan Hotmix guna mengetahui kualitas proyek oleh Suara Pemuda dan Mahasiswa Pamekasan (SPMP) tidak ada merespon.


"Kami menduga dinas kongkalikong dengan rekanan, karena sampai saat ini masih belum ada kejelasan tentang surat pemintaan core bersama," kata Ketua SPMP Moh Rohim.


Menurut Rohim, permintaan core drill bersama dinas PUPR Pamekasan dengan melibatkan pihak kepolisian dan kejaksaan untuk mengetahui secara real kualitas pekerjaan proyek yang dikerjakan CV Nur Arobi.


Oleh karena itu, kata dia, pihaknya melayangkan surat pada Senin, 29 November 2021 kemaren, untuk melakukan core, akan tetapi tidak direspon baik oleh PUPR Pamekasan.


"Permintaan core bersama itu untuk membantu pemerintah dalam melancarkan pembangunan di bumi gerbang salam. Akan tetapi tidak ada respon dari dinas," terangnya.


Ia menegaskan, minggu depan pihaknya akan melayangkan surat permintaan core drill bersama lagi. Sebab pihaknya menduga ada mark up anggaran dalam pekerjaan proyek tersebut.


"Kami menduga ada mark up anggaran dan tidak sesuai dengan spesifikasi dalam pekerjaan tersebut. Maka dari itu minggu depan kami akan melayangkan surat lagi," tegasnya.


Rohim menambahkan, jika nanti telah berlangsung melakukan core drill bersama PUPR Pamekasan dengan melibatkan pihak kejaksaan dan kepolisian, hasilnya akan diuji lab pribadi.


"Nanti hasil core drill-nya akan kami uji lab secara independen untuk memastikan kualitas Agregat A dan Hotmix-nya," tukasnya.


Hingga berita ini diturunkan, Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) Dinas PUPR Pamekasan, Pimpi, saat dihubungi melalui via telepon selulernya tidak merespon.


Sekedar diketahui, SPMP meminta core drill bersama dengan PUPR Pamekasan lantaran proyek yang dikerjakan CV Nur Arobi dengan anggaran senilai Rp 319.466.000 terkesan dikerjakan asal jadi. Sebab ketebalan Agregat A tidak sama. Bahkan bergelombang.


Oleh karena itu, SPMP langsung melayangkan surat permohonan core drill yang melibatkan kejaksaan dan kepolisian setempat guna mengetahui pasti kualitas proyek tersebut.


Surat tersebut dilayangkan pada Senin, 29 November 2021. Sementara untuk turun ke lokasi dijadwalkan pada hari Kamis, 2 Desember 2021. Akan tetapi, hingga saat ini masih belum ada kejelasan terkait dilakukan core bersama.