Baru Selesai, Proyek Hotmix Milik CV Nur Arobi Sudah Rusak -->
Cari Berita

Baru Selesai, Proyek Hotmix Milik CV Nur Arobi Sudah Rusak

Monday, December 20, 2021


Pamekasan - Harapan masyarakat Kecamatan Pademawu, Kabupaten Pamekasan, akan adanya jalan yang beraspal mulus telah terwujud di akhir bulan November 2021. Namun sayang, harapan itu berujung kekecewaan karena baru seumur jagung sebagian aspal sudah rusak. Kerusakan itu nampak dipertengahan bulan Desember 2021.

Proyek Pengaspalan Jalan Sumedangan - Prekbun yang dikerjakan oleh CV Nur Arobi menelan APBD Pamekasan senilai Rp 319.466.000 saat ini kondisinya sangat prihatinkan. Sayangnya, penanganan perbaikan yang dilakukan hanya tambal sulam. 


Proyek Hotmix Disorot Masyarakat

Suara Pemuda dan Masyarakat Pamekasan (SPMP) sempat menyoal adanya proyek pengaspalan jalan di Sumedangan - Prekbun. Mereka menilai proyek yang dikejakan CV Nur Arobi itu tidak akan bertahan lama dikarenakan pihak rekanan mengerjakan asal-asalan.


Pada Kamis, 11 November 2021 kemaren, Ketua SPMP Moh Rohim meminta Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Kabupaten Pamekasan memberhentikan proses pengaspalan yang dilakukan oleh CV Nur Arobi.


Hal itu dikarenakan Agregat A yang dikerjakan pihak rekanan terindikasi tidak sesuai juknis alias asal-asalan. Terbukti di lokasi, Agregat A tidak rata dan ketebalannya tidak sesuai dengan Rancangan Anggaran Biaya (RAB).


Oleh karena itu, SPMP meminta Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Kabupaten Pamekasan memberhentikan proses pengaspalan dengan cara melakukan audiensi. Namun, permintaan SPMP dihiraukan oleh Dinas PUPR Pamekasan.


Tepat pada hari Rabu (17/11/2021) malam, pihak rekanan memaksakan proses pengaspalan meski kualitas dan ketebalan Agregat A ditengarai tidak sesuai dengan spesifikasi.



SPMP Minta Lakukan Core Bersama

Lantaran pihak CV Nur Arobi tetap memaksakan diri dan adanya pembiaran dari dinas terkait untuk melanjutkan proses pengaspalan hingga terealisasi 100 persen, akhirnya SPMP kembali melayangkan surat.


Serut yang dilayangkan itu berupa permintaan core drill bersama Dinas PUPR Pamekasan dengan melibatkan pihak kepolisian dengan kejaksaan untuk memastikan kualitas dan ketebalan Agregat A maupun Hotmix sesuai dengan RAB.


Surat tersebut dilayangkan pada Senin, 29 November 2021, berisi Dinas PUPR Pamekasan bersama crew SPMP turun ke lapangan pada hari Kamis, 2 Desember 2021.


Namun sayang, permintaan core drill bersama juga dihiraukan oleh Dinas PUPR Pamekasan. Hingga saat inipun masih belum ada kejelasan terkait permintaan SPMP untuk melakukan core bersama.


Baru Seumur Jagung Hotmix Rusak

Dugaan adanya konspirasi mark up anggaran antara Dinas PUPR Pamekasan dengan CV Nur Arobi mulai terkuak. Hal itu dibuktikan dengan dihiraukannya dua permintaan SPMP.


Pertama, permintaan untuk tidak melanjutkan proses pengaspalan lantaran Agregat A tidak sesuai dengan spesifikasi. Hingga akhirnya pihak kontraktor memaksakan melakukan pengaspalan.


Kedua, permintaan melakukan core drill bersama lantaran pengerjaan proyek Hotmix di Jalan Sumedangan - Prekbun dipaksakan juga dihiraukan.


Akibat menghiraukan seluruh permintaan SPMP, Proyek Pengaspalan Jalan Sumedangan - Prekbun yang baru seumur jagung telah rusak.


Pantauan suarapraksi.com di lokasi, kerusakan Hotmix terjadi di ruas jalan dekat marka dengan kurasakan Hotmix berlubang. Selain itu, batu krikil dan aspal tidak menyatu sehingga batu krikil berhamburan.


Kualitas Agregat A dan Hotmix Buruk

Ketua Suara Pemudan dan Mahasiswa Pamekasan (SPMP) Moh Rohim memastikan kualitas proyek pengaspalan jalan yang dikerjakan CV Nur Arobi buruk.


Hal itu disebabkan adanya pembiaran dari dinas terkait yang seolah kongkalikong dengan pihak rekanan untuk melancarkan proses pengaspalan yang terkesan dipaksakan.


"Sebelumnya sudah kami wanti-wanti perihal kualitas Agregat A yang tidak sesuai dengan spek. Mulai dari ketebalan hingga Agregat A yang tidak merata alias bergelombang," katanya.


Karena adanya dugaan konspirasi mark up anggaran dan memaksakan proyek segera selesai, Dinas PUPR Pamekasan membiarkan pengaspalan berlanjut.


"Kami sangat menyayangkan sikap dinas yang terkesan ada main mata dengan rekan. Sebab mereka (dinas) membiarkannya hingga proyek selesai dikerjakan," terangnya.


Padahal, kata Rohim, pihaknya telah mewanti-wanti sedari awal perihal kualitas Agregat A yang dikerjakan oleh CV Nur Arobi dengan nilai anggaran Rp 319.466.000.


Namun warning awal SPMP dihiraukan, hingga akhirnya proyek harapan masyarakat rusak. "Rusaknya Hotmix yang baru dikerjakan ini merugikan masyarakat," ujarnya.


Rohim menduga keempat paket proyek pengaspalan milik CV Nur Arobi yang berada di empat titik kualitasnya serupa alias sama.


"Kami menduga empat paket proyek lainnya kualitas Agregat A maupun Hotmix-nya sama dengan yang terjadi di Jalan Sumedangan - Prekbun," tandasnya.


Rohim membeberkan lokasi empat paket proyek milik CV Nur Arobi, diantaranya; di Jalan Tlagah - Bulangan Branta, Jalan Sumedangan - Prekbun, Jalan Kolpajung, dan Jalan Terak - Dabuan.


"Untuk sampel keempat paket proyek tersebut kami telah mengantongi, mulai dari campura Agregat A hingga foto maupun video," tukasnya.