Pemuka Agama Dan Masyarakat Maredan Barat Dan Empat Ratus Warga Hilang Hak Politiknya -->
Cari Berita

Pemuka Agama Dan Masyarakat Maredan Barat Dan Empat Ratus Warga Hilang Hak Politiknya

Friday, November 12, 2021



SIAK - Salah satu pemuka agama dan masyarakat Kristiani Pendeta Jauno Siregar STh, mengakui dirinya tidak dilibatkan dalam pemilihan kepala kampung Maredan Barat tahun 2021. Menurut pendeta Gereja Tuhan Di Indonesia itu, demokrasi di Maredan Barat sungguh memperihatinkan, serta ada upaya tidak melibatkan beberapa warga terdaftar sebagai pemilih.


"Saya di Kampung Maredan Barat sejak tahun 1991. Jauh sebelum kampung ini dimekarkan. Setiap pemilihan apapun, nama saya tercatut. Pileg dan pilbup kemarin saya berikan hak pilih saya. Tetapi saat ini, nama saya tidak terdaftar sebagai pemilih. Ini patut dipertanyakan. Dan saya hubungi Bupati Siak Drs Alfedri agar sikapi hal ini, khususnya perangkat kampung yakni RT setempat yang tidak melaksanakan tugasnya dengan mengedepankan pelayanan kepada masyarakat," kata Pendeta Jauno, Jumat (12/11).


Lanjutnya, dirinya mendukung upaya lainnya agar warga yang sama nasibnya tidak ikut memilih agar ditindaklanjuti. 


"Saya minta agar pemerintah kabupaten Siak segera sikapi hal ini. Hal ini di duga ada indikasi kecurangan oleh panitia, dan konspirasi dari oknum yang diduga mengambil keuntungan dibalik Pilkampung ini. Kok saya tokoh masyarakat atau agama tidak didaftarkan oleh RT sebagai pemilih? Inilah yang saya herankan. Hal ini wajib diadukan ke pengadilan agar ada rasa keadilan bagi warga desa kita," ungkapnya.


Pendeta tersebut mendesak Bupati Siak dan unsur lainnya agar berlaku bijaksana dan adil, pada masa Pilkampung.


"Saya minta Bupati Siak, agar bisa memberikan solusi atas ketidakikutsertaan saya serta sekitar empat ratus warga lainnya dalam memberikan suara pada Pilkampung. Agar kami bisa berikan hak pilih kami," bebernya.


Masih kata Pendeta Jauno, dirinya mendukung upaya hukum atas pemeriksaan terhadap sejumlah dugaan kasus korupsi di Maredan Barat.


"Saya mendorong dan mendukung warga yang tinggal di Maredan Barat, agar melaporkan sejumlah kasus penyalahgunaan kekuasaan atau wewenang serta hal korupsi di Maredan Barat. Semoga perjuangan kita menjadi percontohan bagi desa lainnya, agar desa Maredan Barat lebih baik kedepannya," pungkas Jauno. (Rls)