Ketua DPW PJID-Nusantara Aceh Menyayangkan Kasus Anak Gugat Orang Tua Di Takengon -->
Cari Berita

Ketua DPW PJID-Nusantara Aceh Menyayangkan Kasus Anak Gugat Orang Tua Di Takengon

Wednesday, November 17, 2021

 


Langsa -- Syahruddin Ramadhan Djamil Ketua Perkumpulan jurnalis Indonesia Demokrasi Nusantara (PJID-Nusantara) Provinsi Aceh menyayangkan kasus  anak memgunggat orang tua di Takengon. 


Saat memberikan tanggapannya kepada wartawan diruang kerjanya, Rabu 17/11/2021, Mengatakan, "Baik secara pribadi maupun secara organisasi saya sangat menyayangkan sikap seorang anak mengunggat orang tua nya sendiri yang sedang banyak diberitakan di media sosial."


"Walaupun seberat apapun masalahnya tidak sepantasnya seorang anak mengunggat ibu kandungnya sendiri, yang sudah mengandungnya selama 9 bulan, kemudian melahirkan dan membesarkannya lalu menyekolahkannya sehingga menjadi orang sukses seperti saat ini. "



Ramadhan menambahkan, seberat apapun masalahnya coba dipikirkan lagi apalagi kita orang yang beragama, tidak seharusnya melakukan hal seperti itu, kepada pihak pengadilan seharusnya arif dan bijak dalam menerima sebuah gugatan, jangan semua diterima. 


Saat ini pemerintah sedang mengalami over kapasitas hampir diseluruh Lembaga Pemasyarakatan dan Rumah Tahanan, harusnya pihak pengadil ikut memikirkan masalah tersebut. Jangan kaku dalam mengambil sebuah kebijakan, kalau bisa masalah diselesaikan secara kekeluargaan ya diselesaikan secara kekeluargaan saja, jangan setelah selesai secara kekeluargaan tetapi proses penahan tetap dilanjutkan, ujarnya.




Kalau bisa masalah yang besar dikecilkan, masalah kecil dihilangkan, kecuali masalah Narkoba, Korupsi, Pembunuhan, pelecehan seksual dan yang tidak bisa diselesaikan secara kekeluargaan. Apalagi ini masalah keluarga seharusnya cukup hanya sampai diselesaikan di Kepala desa.


Kita berharap hal ini jangan sampai berlanjut apalagi sampai memvonis ibu kandungnya sendiri, berpikirlah secara baik dan kita berjanji akan mengikuti perkembangan kasus ini, sampai selesai ujarnya menutup pembicaraan. (Wakdir)


Editor: GD