ICPW: Belenggu Napoleon Dengan Terus Mencari Kasalahan Orang Lain, Itu Bukan Ksatria -->
Cari Berita

ICPW: Belenggu Napoleon Dengan Terus Mencari Kasalahan Orang Lain, Itu Bukan Ksatria

Saturday, October 9, 2021



Jakarta - Sengkarut dugaan kasus suap penghapusan red notice Djoko Tjandra, Napoleon Bonaparte mengatakan dalam surat terbukanya jika dia merasa terbelenggu oleh seragamnya. 


"Saya mengalah dalam diam karena karena terbelenggu oleh seragamku," kata Napoleon dalam suratnya. 


Ketua Indonesia Civilian Police Watch (ICPW), Bambang Suranto berpendapat keterbelengguannya ini merupakan sebuah reaksi yang berulang dilakukan oleh eks Kadiv Hubinter ini. 


"Selayaknya beliau itu legowo donk, pada saat divonis empat tahun. Dan juga tidak mencari pembenaran dengan melakukan hal yang merugikan orang banyak," kata Bamsur panggilan akrabnya.


Diketahui, Majelis Hakim Tipikor M Damis, menjatuhkan pidana terhadap terdakwa dengan pidana penjara selama empat tahun dan pidana denda sebesar Rp100 juta dengan ketentuan bila denda tidak dibayar diganti pidana kurungan selama 6 bulan.


Bamsur menilai sikap Napoloen tidak menunjukkan dirinya sebagai perwira ksatria yang mengedepankan nurani. "Ya, berani berbuat, berani tanggung jawab. Dan bukan mencari-cari kesalahan orang lain," kata mantan aktivis '98 ini.


Perbuatan Napoleon hingga saat ini, kata Bams belum mencerminkan sebagai perwira tinggi Polri. "Justru masih terlena dengan "belenggu seragamku" sehingga menurunkan citra dan wibawanya," pungkas Bamsur.


Disadari atau tidak, sambung Bamsur, Napoleon hanya memperkuat "belenggu seragamnya" dengan melakukan perlawanan yang tidak produktif.