Diduga Ada 'Pungli', GEMPUR Jadwalkan Aksi Demonstrasi Besar di IAIN Madura -->
Cari Berita

Diduga Ada 'Pungli', GEMPUR Jadwalkan Aksi Demonstrasi Besar di IAIN Madura

Thursday, October 14, 2021


Pamekasan, Jatim Aktual -
Sejumlah mahasiswa yang tergabung dalam Gerakan Mahasiswa Pemandu Revolusi (GEMPUR) mengancam akan demo oknum pejabat kampus di Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Madura. Kamis, 14/10/21.


Khoirul Petuah, selaku Koordinator GEMPUR IAIN Madura, menyatakan bahwa pihaknya merasa kecewa karena di kampus IAIN Madura, disinyalir ada pejabat penting yang mencoba melakukan tindakan pungutan liar (pungli) kepada mahasiswa baru di IAIN Madura angkatan 2021. 


Oleh karena itu, pihak Gempur menyatakan sikap akan melakukan Aksi Demonstrasi besar-besaran kepada oknum pejabat terkait. 


Khoirul, menyampaikan bahwa anggaran Almamater murni itu diambil dari Dana APBN, dan mahasiswa baru tidak dikenakan biaya apapun. Namun saat ditemui di ruangannya, salah seorang pejabat kasubag kemahasiswaan yang mengurusi prihal Almamater tahun 2021 menyuruh semua mahasiswa baru bayar dengan nominal lebih dari 100 Ribu.


"Itu jelas melawan hukum atau bertentangan dengan hukum pasal 423 KUHP, dan kami memiliki bukti kuat bahwa oknum pejabat IAIN Madura benar-benar mencoba melakukan tindakan pungli," ungkap Herul Petuah, sapaan akrabnya.

 

Ia menambahkan, tindakan seperti itu jelas melanggar hukum, beberapa hal diantaranya, penyalahgunaan jabatan, pungli dan pemerasan. Hal itu menurutnya wajib untuk ditindak sesuai pasal yang berlaku.


Pihaknya dengan tegas menyatakan akan melakukan aksi besar agar oknum tersebut turun dari jabatannya sebagai Kasubag Kemahasiswaan.


"Dalam audiensi itu ditemui langsung oleh Kasubag Kemahasiswaan, Warek 2, Warek 3, Kepala UKPBJ dan Sekretaris UKPBJ IAIN Madura. Warek 2 dan warek 3 menyalahkan tindakan itu namun yang bersangkutan tidak mau mengakui" pungkasnya. Senin, 11/10/21.


Diketahui bahwa sebelumnya, Gempur telah melakukan audiensi di ruang sidang Rektorat IAIN Madura, Senin, 11 Oktober 2021, kemarin. Audiensi tersebut menyangkut pengadaan almamater kampus IAIN Madura tahun 2021.


Setelah audiensi, Husni Mubarok sekretaris GEMPUR menyampaikan bahwa maksud dan tujuan audiensi ini tidak hanya soal pungli, melainkan ada beberapa pembahasan diantaranya :


1. Dugaan penyelewengan anggaran APBN Alamamater tahun 2021

2. Dugaan ada kongkalikong terkait proses pemenangan tender almamater tahun 2021

3. Dugaan penyalahgunaan wewenang/jabatan

4. Bahan alamamater tidak sesuai spek (kualitas barang)

5. Dan indikasi tindakan pungli dari oknum pejabat kampus IAIN Madura.