Untuk Buat Pangkalan Gas Berbiaya 160 Juta Rupiah, Oknum PT Tualang Daya Gas Diduga Tipu Warga -->
Cari Berita

Untuk Buat Pangkalan Gas Berbiaya 160 Juta Rupiah, Oknum PT Tualang Daya Gas Diduga Tipu Warga

Wednesday, September 15, 2021


SIAK - Salah seorang warga kampung Pinang Sebatang Barat, Jhon M Simbolon (47) mengaku bahwa dirinya menjadi korban dugaan penipuan oleh oknum yang bekerja di Agen Gas Elpiji PT Tualang Daya Gas. Oknum yang bekerja di perusahaan yang beralamat di Jalan Kampung Tengah, Pinang Sebatang Barat, diungkapkan Simbolon telah meminta dana sejumlah 160 juta rupiah, dengan perjanjian akan didirikannya dua pangkalan gas ukuran tiga kilogram.


"Jadi saya temui Suprianto yang mengaku staf administrasi di perusahaan tersebut pada bulan Juni 2020 lalu. Kemudian saya diajak bertemu dengan pimpinan perusahaan itu, yakni manajemen pak Tengku Syafi'i sebagai wakil direktur, pak Adnan sebagai manajer perusahaan. Saya bawa istri dan ada saksi tiga orang, yang tak lain warga setempat. Pada pertemuan itu saya tanyakan status perusahaan tersebut, pas dekat rumah kita. Saya diminta melengkapi persyaratan administrasi, salah satunya menyediakan anggaran uang satu pangkalan gas yakni 80 juta rupiah, dan jika dua ada 160 juta rupiah. Tapi mereka meminta saya agar membayar lima puluh persen dari jumlah keseluruhan biaya tersebut pak, dan saya serahkan uang delapan puluh juta disaksikan rekan saya dan saya buat kwitansi serta fotokan saat mereka menerima uang itu," ungkap Simbolon, Rabu (15/9).


Lanjutnya, biaya berjumlah delapan puluh juta rupiah tersebut adalah biaya pengadaan tabung, safety, timbangan dan diluar biaya urusan perizinan.


"Biaya delapan puluh juta adalah biaya biaya pendistribusian serta kelengkapan alat lainnya, dan diberikan jatah dua ratus tabung. Ada alat racun api, timbangan dan plangkat. Kemudian, ada surat dibuatkan yakni surat penghunjukan pangkalan gas yang ditandatangani oleh perwakilan manajemen," kata Simbolon.


Sesudah melakukan hal itu, Simbolon mempertanyakan kapan direalisasikan pangkalan gas tersebut. Oknum dari Pihak PT Tualang Daya Gas mengatakan agar bersabar, dan berjanji akan mengoperasikan pangkalan gas tersebut. Berdalih akan dioperasikan pangkalan tersebut, Suprianto meminta kembali dana delapan puluh juta untuk kedua kalinya kepada Simbolon.


"Saya tanya kepada mereka kapan dioperasikan pangkalan gas tersebut, karena saya pada bulan Juni itu sudah serahkan uang delapan puluh juta rupiah. Saya serahkan uang itu dikantor mereka pak. Saya ingat waktu setelah azan Maghrib itu saya serahkan pak. Namun, mereka janji akan tetapi realisasikan. Mereka janjikan selalu secepatnya pak. Saya lagi tanyakan pada Oktober 2020 lalu, pak Suprianto minta uang lagi delapan puluh juta lagi, saya diminta lunaskan semuanya agar langsung dioperasikan pangkalan gasnya. Katanya harus lunas pak, dan saya serahkan via transfer dari Bank. Dan lunas senilai 160 juta rupiah," bebernya.


Simbolon mengaku sangat kecewa dan melaporkan hal tersebut kepada petugas Kepolisian Sektor Tualang melalui Bhabinkamtibmas Bripka Jumi Sihombing, untuk melakukan problem solving bilamana oknum tersebut beritikad baik menyelesaikan permasalahan tersebut. 


"Ya saya akhirnya laporkan ke pak Bhabinkamtibmas Bripka Jumi Sihombing, agar saya meminta solusinya. Dan oleh pak Bhabinkamtibmas, pihak yang kemarin meminta uang pada saya dipanggil dan dimintai keterangan oleh pak Bhabinkamtibmas, di Kantor Desa. Karena masalah ini juga telah diketahui oleh Kepala Desa dan Bhabinkamtibmas. Semoga masalah saya ini bisa tuntas, karena ini adalah modus penipuan pak," pungkasnya.


Ditempat terpisah, Bhabinkamtibmas Bripka Jumi Sihombing saat dikonfirmasi membenarkan peristiwa yang dialami oleh Simbolon.


"Saya sudah terima laporan yang bersangkutan, dan saya koordinasi dengan pak Kades agar melakukan tindakan seperti memanggil pihak terkait untuk dimintai keterangan," ujar Jumi. (RED/MR)

Editor: RB. Syafrudin Budiman SIP