Hadiri Bimtek Pendidikan Anti Korupsi di SMPN 6 Sumenep, Badrul Sebut 3 Strategi Mencegah Korupsi -->
Cari Berita

Hadiri Bimtek Pendidikan Anti Korupsi di SMPN 6 Sumenep, Badrul Sebut 3 Strategi Mencegah Korupsi

Mohammad Fairus
Saturday, September 18, 2021


Jatim Aktual, Sumenep - Pengurus MGMP (Musyawarah Guru Mata Pelajaran) PPKN Kabupaten Sumenep mengundang BADRUL (Penyuluh Antikorupsi yang tersertifikasi oleh LSP KPK RI- yang Juga Pegawai di Inspektorat Kabupaten Sumenep) untuk memberikan pendampingan dan arahan dalam melakukan insersi pendidikan antikorupsi kebdalam Mata Pelajaran PPKN di Ruang Rapat SMPN 6 Sumenep



Dalam kesempatan tersebut Badrul mengutip Teori Segitiga Fraud, bahwa, kecenderungan seseorang melakukan korupsi disebabkan tiga faktor dalam teori ini, yaitu pressure atau dorongan, opportunity atau peluang, dan rationalization atau pembenaran.


“Kecenderungan orang melakukan korupsi terjadi ketika ada motif, rasionalisasi yang berasal dari masing-masing individu dan ada kesempatan yang berkaitan dengan sistem yang memiliki celah korupsi,”. Ucapnya saat menyampaikan materi


Maka berdasarkan teori itu, KPK dalam upaya Pemberantasan Korupsi di Indonesia  mempunyai 3 (tiga) strategi pencegahan korupsi yaitu: 


"Pertama, strategi jangka pendek dengan memberikan arahan dalam upaya  pencegahan (penindakan). Kedua, strategi menengah berupa perbaikan sistem untuk menutup celah korupsi. Ketiga, strategi jangka panjang dengan mengubah budaya melulai pendidikan karakter dan antikorupsi." Terangnya



Pendidikan antikorupsi melalui jalur pendidikan lebih efektif, karena pendidikan merupakan proses perubahan sikap mental yang terjadi pada diri seseorang, dan melalui jalur ini lebih tersistem serta mudah terukur, yaitu perubahan perilaku antikorupsi. Perubahan dari sikap membiarkan dan memaafkan para koruptor ke sikap menolak secara tegas tindakan korupsi, tidak pernah terjadi jika kita tidak secara sadar membina kemampuan generasi mendatang untuk memperbaharui sistem nilai yang diwarisi untuk menolak korupsi sesuai dengan tuntutan yang muncul dalam setiap tahap pernjalanan bangsa kita.



Menurut dia, bahwa sangat tepat yang menjadi pengampu pendidikan antikorupsi di sekolah adalah Guru Mata Pelajaran PPKN, karena ada 9 nilai Antikorupsi yang bisa diinsersikan dalam mata pelajaran PPKN. Keberhasilan pelaksanaan Pendidikan Anti korupsi sangat tergantung kepada Guru PPKN di sekolah.


"Berhasil tidaknya Pendidikan anti korupsi bergantung pada guru PPKN di sekolah." Ucapnya


Ia juga berharap Dinas Pendidikan Sumenep untuk mendukung penuh kegiatan yang akan diadakan setiap hari sabtu selama sebulan itu.


"Harapan kepada Dinas Pendidikan Kabupaten Sumenep agar kegiatan yang digagas oleh MGMP PPKN ini mendapat dukungan penuh, karena pada waktu yang akan datang KPK RI akan meminta dokumen pelaksanaan pendidikan antikorupsi di masing-masing sekolah." Tutup Badrul


Dalam kesempatan tersebut, Badrul juga memberikan Buku pendidikan antikorupsi dari KPK dan Brose kepada para peserta.