Disdikbud Pamekasan Anggap Fitnah, Minta Pendemo Serahkan Bukti -->
Cari Berita

Disdikbud Pamekasan Anggap Fitnah, Minta Pendemo Serahkan Bukti

Wednesday, September 8, 2021


PAMEKASAN - Tudingan sejumlah orang yang mengatasnamakan Dear Jatim ke Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Pamekasan membuat tidak nyaman.

Pasalnya, tudingan yang disampaikan lewat aksi unjuk rasa tadi pagi di depan kantor Disdikbud Pamekasan, Rabu (8/9/2021), perihal dugaan pemotongan dana BOS, pemotongan dana BOP PAUD, dan mengambil fee proyek 25% tiap lembaga tidak benar. 

Menanggapi hal itu, Kadisdikbud Pamekasan Akhmad Zaini mengatakan, bahwa siapapun boleh melakukan kontrol terhadap proses pemerintahan, akan tetapi hendaknya hati-hati.

"Jangan asal tuduh tanpa bukti karena bisa masuk pencemaran nama baik, dan khawatir akan menjadi fitnah di tengah-tengah masyarakat. Ini tidak baik," ucap Akhmad Zaini.

Zaini, yang juga Dosen di sejumlah perguruan tinggi ini menjelaskan bahwa dana BOS dan BOP PAUD ditransfer oleh kementerian langsung ke tiap satuan pendidikan melalui rekening sekolah; direncanakan, dilaksanakan, dan dilaporkan sekolah. 

"Tidak melalui disdikbud, lalu bagaimana mungkin Disdikbud melakukan pemotongan?  Sedang pengurangan pagu penerima BOP PAUD itu karena refocusing anggaran dari kemendikbud, bukan oleh dipotong Disdikbud," ujarnya.

Sementara soal fee proyek, Zaini mengatakan bahwa baru mendengar adanya fee proyek di instansinya. "Saya malah baru dengar  dari teman-teman," sambil tersenyum.

Di akhir wawancaranya, Zaini meminta terhadap semua tuduhan itu agar pendemo membantu memberikan bukti-bukti, "Kami minta datanya!," tukasnya.