Diduga Ancam Keluarga Korban dan Pelapor, Pelaku Asusila dan Pemerkosaan Bebas Dari Jeratan Hukum -->
Cari Berita

Diduga Ancam Keluarga Korban dan Pelapor, Pelaku Asusila dan Pemerkosaan Bebas Dari Jeratan Hukum

Thursday, September 9, 2021

 


Jayapura - Kekerasan fisik dan mental dalam bentuk tindakan asusila (pemerkosaan dan persetubuhan) kembali terjadi di Kota Jayapura yang menimpa seorang anak di bawah umur sebut saja Mawar siswa SMA YPPK Taruna Bakti yang diduga dilakukan oleh GOW oknum pejabat, PM seorang politisi lokal, MI ajudan GOW dan oknum ormas.

Terkait tindakan asusila pemerkosaan dan persetubuhan yang dilakukan oleh para pelaku ada upaya yang mereka lakukan yaitu ancaman pembunuhan dan pengerahan massa pada tanggal 7-9 September 2021.

Hal ini disampaikan Benyamin Logawan mewakili Keluarga dan Korban dalam siaran persnya di Jayapura, Kamis, 9 September 2021.

Katanya, para pelaku mengancam akan membunuh dirinya sebagai pelapor yang merupakan saudara kandung korban. Ancaman pembunuhan ini kata Benyamin juga dialamatkan kepada keluarga korban baik yang ada di Wamena dan Jayapura.

"Diduga para pelaku bekerjasama dengan oknum penegak hukum, bahkan keluarga korban dan kuasa hukum mendapatkan tekanan dan caci maki di depan Kapolsek Heram," terangnya.

Kata dia, korban dan keluarga korban setelah mendapat tekanan dari para pelaku pemerkosaan dengan sangat terpaksa mendatangani surat penyelesaian secara kekeluargaan dan mencabut laporan polisi di Polda Papua sesuai permintaan para pelaku.

"Terkait insiden di Polsek Heram, kami telah dipanggil oleh Polresta Kota Jayapura untuk menindaklanjuti upaya mediasi yang dilakukan oleh para pelaku yang sangat intimidasi kepada korban dan keluarga korban," desaknya.

Sementara itu Polresta Kota Jayapura menyimpulkan bahwa perkara dugaan tindakan asusila dianggap sudah selesai setelah ada penyelesaian di Polsek Heram. Dari pihak keluarga korban sangat kecewa dan menyesalkan atas keputusan ini padahal kami sudah menyampaikan bahwa kami dalam tekanan dan ancaman yang menyangkut keselamatan nyawa korban dan keluarga korban.

Hari ini Kamis, (09/09/2021) pihak keluarga korban mendatangi Polda Papua untuk melakukan upaya perlindungan hukum namun pihak para pelaku kembali melakukan tindakan intimidasi yang melawan hukum dengan mengerahkan massa untuk menekan kami.

"Kami masyarakat biasa sangat memohonkan dukungan dari masyarakat dan juga petinggi polri di Polda Papua hingga Kapolri, Komnas Perlindungan Perempuan, Komnas Perlindungan Anak dan Komnas HAM di Jakarta," ungkap Benyamin. (red)

#LawanPredatorSeks
#SavePutri2Cenderawasih
#LawanPejabatBejat
#LawanPedofil
#LawanKekerasaAnak
#SavePapuaGirls

Waa...Waa...