Tanggapan Aznil Tan sebagai Putera Minang atas Pernyataan Ibu Megawati -->
Cari Berita

Tanggapan Aznil Tan sebagai Putera Minang atas Pernyataan Ibu Megawati

Sunday, August 15, 2021


Oleh: Aznil Tan

Apa yang disampaikan oleh Ibu Megawati, ada yang saya sepakat dan ada juga saya tidak sepakat.


Yang saya sepakat adalah orang Minang sekarang sudah banyak mulai luntur semangat gotong royong dan toleransi (menghormati perbedaan pemikiran, kepercayaan, suku dan golongan).Terperangkap fanatisme dan faham yang sempit.


Hal ini akibat pengaruh kelompok intoleran menguasai Sumbar, sehingga sebagian orang Minang tidak open minded lagi dan cenderung berpikiran subjektif serta  cenderung reaktif membully atau menghujat. 





Yang saya tidak sepakat dari pernyataan Ibu Megawati adalah keliru besar bahwa orang Minang tidak punya produk (tidak ada lahir orang minang bibit unggul). 

Perlu saya tegaskan, bahwa orang Minang masih banyak generasi unggul. 


Bahwa level keintelektualan dan bertindak generasi Minang sekarang sudah masuk level without the box. Tidak lagi beretorika dan bekerja normatif-normatif saja. Mereka bertindak konkrit. Bukan wacana atau memberi angin surga. 


Mereka mampu berkerja dalam kondisi krisis. Dalam kondisi krisis sekarang ini akibat pandemi Covid-19, putera Minang bisa melakukan langkah-langkah besar agar Indonesia tidak terpuruk. 


Kenapa mereka itu tidak populer lagi atau tidak bisa berkiprah? Karena mereka itu dikerdilkan oleh kekuatan politik. Tidak diberi kesempatan untuk membuktikannya.


Jika saya diberi kesempatan oleh penguasa untuk mengurus negara ini, saya buktikan saya bisa membereskan Republik ini menjadi negara maju, modren dan berkeadilan yang tidak kalah dengan pejabat-pejabat sekarang. 


Ayo, hancurkan oligarki politik dan tokoh karbitan. Rakyat sudah muak kekuasaan negara ini yang muncul lu lagi...lu lagi...! 

Gara-gara kalian lah negara ini ngga maju-maju.


Ayooo..., berikan kesempatan  pada putera/i terbaik bangsa ini ! Kita buktikan bahwa Republik ini milik segenap anak bangsa dari Sabang sampai Merauke. Bukanlah milik satu kelompok atau dinasti. Bukan mendapat jabatan karena pamrih politik. 


Terimakasih.