Bertanggung Jawab, Presma IAIN Madura Serahkan Diri ke Polres Pamekasan -->
Cari Berita

Bertanggung Jawab, Presma IAIN Madura Serahkan Diri ke Polres Pamekasan

Saturday, August 7, 2021


Pamekasan, Jatim Aktual -
Pasca diciduknya empat mahasiswa yang terlibat pengerusakan dalam aksi demonstrasi beberapa waktu lalu, kali ini sebagai pertangung jawaban dari Presiden Mahasiswa (Presma) IAIN Madura, menyerahkan diri ke Mapolres Pamekasan. Sabtu, 7/8/21.

Sebelumnya mereka yang terdiri dari Organisasi Mahasiswa (ORMAWA) Dewan Mahasiswa (DEMA) dan Presiden Mahasiswa (Presma) Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Madura, diduga kuat telah merusak dan membakar fasilitas kampus setempat saat aksi besar kala itu.


Atas penangkapan 4 mahasiswa IAIN Madura tersebut, akhirnya secara sukarela dan sebagai bentuk pertanggungjawaban atas tindakan yang diperbuatnya, kali ini Presma IAIN Madura, Syaiful Bahri menyerahkan diri ke Satreskrim Polres Pamekasan Jawa Timur, Sabtu dini hari tadi.

"saya menyerahkan diri ke Polres Pamekasan malam ini. Semua sebagai bentuk tanggung jawab sebagai Korlap Aksi dan Presma IAIN Madura dalam menyuarakan aspirasi mahasiswa. Pesan saya jangan menyerah untuk berjuang dan suarakan mahasiswa," ungkapnya dalam video yang beredar di group WhatsApp. 

Penyerahan diri Presma ini dibenarkan oleh Kasatreskrim Polres Pamekasan melalui Kanit 1 Reskrimum, Ipda Kadarisman yang gamblang menerangkan bahwa pihaknya  sekarang telah menangkap setidaknya 4 orang mahasiswa yang diduga kuat turut dalam pengrusakan itu. 

Juga ditambah dengan 1 orang mahasiswa yang menyerahkan diri pada Sabtu jam 01:00 wib, yakni Presma IAIN Madura.

"Semua total 5 orang, telah ditetapkan sebagai tersangka dan diamankan di Mapolres Pamekasan," katanya, Sabtu pagi.

"Untuk pasal yang disangkakan Pasal 170 ayat 1 KUHP ancaman 5 tahun 6 bulan, dan 187 ayat 1 ke 1 ancaman 12 tahun, pasal 406 ayat 1 ancaman 2 tahun 8 bulan," ungkapnya pada media.

Pasal tersebut masih berupa sangkaan awal untuk para pelaku yang sudah dalam status tersangka karena kuat bukti dan kasat mata mereka secara bersama-sama melakukan pengrusakan dan pembakaran barang milik negara. 

Meski begitu pihaknya tetap berjanji akan terus melakukan pengembangan dan penyelidikan lanjutan mengingat aksi itu diikuti banyak massa.

"Tidak menutup kemungkinan jika para tersangka pengrusakan ini bertambah lagi, tim sudah saya sebar untuk melakukan pelacakan dan penyelidikan mendalam. Tolong percayalah pada Kami Polres Pamekasan," tukasnya.

Sebelumnya, tepat pada Sabtu, 31/7/21, ternyata  M. Kosim, Rektor IAIN Madura telah melakukan pelaporan terhadap dugaan perusakan dan pembakaran dalam aksi tersebut, dengan nomor:  Laporan polisi/B/324/VII/2021/SPKT/polres Pamekasan/Polda Jatim/ 31 Juli 2021. (Yd/Fiki)