Beredar Info Aksi Penolakan Sodetan di Desa Puser Tirtayasa Besok, Berikut alasan Demo di Selebaran -->
Cari Berita

Beredar Info Aksi Penolakan Sodetan di Desa Puser Tirtayasa Besok, Berikut alasan Demo di Selebaran

Wednesday, August 18, 2021

Sumber Gambar Ilustrasi. https://www.cnnindonesia.com/nasional/20201021100806-20-560900/sampah-demo-omnibus-law-20-oktober-di-jakarta-capai-21-ton

YUK DULUR, BARENG –BARENG LAWAN SODETAN !!!

7 Alasan Mengapa sodetan/intake harus dilawan:

Pembangunan sodetan/intake kali jungjing merupakan ancaman serius bagi kelangsungan hidup masyarakat bantaran Sungai Ciujung lama (kali  Asin). Karena Proyek sodetan ini rencana akan memasukan sumber air dari kali jungjing yang tercemar limbah industri. 

Jika air dari kali jungjing yang tercemar limbah masuk  ke sungai ciujung lama (kali asin)  akan berdampak pada meluasnya pencemaran, hal ini sama saja meracuni sumber kehidupan masyarakat di bantaran sungai ciujung. Karena sebagian besar masyarakat dibantaran masih bergantung pada sungai ciujung lama (kali asin) baik untuk kegiatan ekonomi dan aktifits sosial sehari – hari

Pada dasarnya BBWSC3 selaku instansi pengelola proyek dan Dinas lingkungan hidup (DLH) dalam release-nya menyatakan sungai ciujung (kali jonging) dalam status tercemar sejak tahun 90an dan sampai sekarang masalah ini belum terselesaikan. Dampak yang ditimbulkan pun sangat luar biasa seperti, ratusan hektar tambak dan lahan peertanian tidak produktif, sungai tidak lagi bisa digunakan sebagai sumber ekonomi (nelayan), sungai menjadi hitam dan bau, yang paling parah pencemaran ini meresap ke sumur – sumur warga.

Meski BBWSC3 mengetahui jika sungai ciujung (kali jingjing) dalam status tercemar, tetapi mereka tetap memaksakan projek sodetan ini berjalan, hal ini merupakan kesalahan yang fatal karena mengabaikan hak masyarakat untuk mendapatkan lingkungan yang sehat dan bersih seperti tertuang dalam UU No.32 tahun 2009 tentang pengelolaan dan perlindungan lingkungan hidup, PP 82 tahun 2001 tentang penetapan baku mutu, kelas dan kriteria air sungai serta perda serang No. 3 tahun 2020 tentang Perusahaan daerah air minum.

Balai Besar Wilayah Sungai Ciujung, Cidurian, Cidanau (BBWSC3) selaku instansi pengelola proyek telah melakukan kebohongan publik dimana mereka menyatakan jika dipaksakan nya proyek intake/sodetan dari kali jungjing yang tercemar limbah adalah demi memenuhi kebutuhan PDAM sekitar 200lt/dt. Padahal setelah dikonfirmasi Dirut PDAM Tirta Al Bantani tidak pernah merekomendasikan membangun intake dari sungai ciujung (kali jungjing) yang dalam status tercemar. Bahkan Dirut PDAM juga menyatakan tidak akan mengelola Air baku tersebut jika sumbernya airnya tercemar. Seperti halnya 2 Instalasi Pengolahan Air (IPA) yang ada di kec. Tanara dan Kec. Binuang, PDAM Tirta Albantani menolak mengelola 2 instalasi tersebut karena intake dibangun disungai cidurian yang tercemar limbah. Sehingga 2 instalasi tersebut tidak berfungsi dan hanya menghambur – hamburkan uang negara.

Segala upaya telah dilakukan masyarakat untuk menolak dan memprotes proyek intake/sodetan tersebut, baik audiensi dan demo ke BBWSC3, DLH Kab. Serang, Pemkab Serang, DPRD Kab. Serang, PDAM Tirta Al Bantani. Tetapi semua upaya tersebut tidak diindahkan bahkan cenderung memaksakan proyek sodetan tersebut. Padahal proyek sodetan tersebut secara kajian lingkungan sangat lemah dan menerabas aturan yang ada.

Hak untuk mendapatkan lingkungan yang baik dan bersih merupakan hak asasi setiap warga negara yang dijamin undang undang. Sehingga menolak dan melawan sodetan merupakan perjuangan untuk mendapatkan hak asasi tersebut. Perlawanan terhadap proyek sodetan juga bukan karena rasa benci terhadap pembanguanan atau pemerintah, justru sebaliknya perlawanan ini merupakan bentuk kecintaan masyarakat terhadap negara dan bangsa sehingga berharap semua pembanguna dijalankan dengan proses yang benar dan tidak merugikan masyarakat apalagi mengancam kehidupan masyarakat.


TUNDUK DITINDAS, DIAM DITINDAS!.....TUNDUK DAN DIAM ATAU BANGKIT MELAWAN!!!!