Puluhan Aktivis Mahasiswa Gruduk Kantor Rektorat IAIN Madura. -->
Cari Berita

Puluhan Aktivis Mahasiswa Gruduk Kantor Rektorat IAIN Madura.

Friday, July 30, 2021

Pamekasan- Puluhan Mahasiswa yang tergabung dalam Organisasi Mahasiswa (ORMAWA) Dewan Mahasiswa (DEMA) dan Presiden Mahasiswa (Presma) Institut Agama Islam Negeri Madura (IAIN MADURA) gelar aksi unjuk rasa jilid II di depan kantor Rektorat IAIN MADURA. Jum'at (30/07/2021)


Aksi jild II tersebut merupakan bentuk kekecewaan terhadap kebijakan-kebijakan rektor IAIN Madura yang tidak memihak kepada mahasiswa.


Presiden Mahasiswa IAIN MADURA Syaiful Bahri menyampaikan aksi pertama sudah kami laksanakan tertanggal 25 - Juli kemarin, tetapi surat yang di keluarkan oleh rektor IAIN Madura sangat tidak berpihak kepada Mahasiswa.


"Surat edaran yang dikeluarkan oleh rektor hanya ada dispensasi sebesar 25 persen, sedangkan yang kami minta kepada rektor IAIN Madura, bagi mahasiswa pembayaran Uang Kuliah Tunggal (UKT) harus di skor sampai 30 persen dan penambahan kuota belajar sebesar Rp 150.000"


Syaiful juga mengatakan dalam situasi pandemi Covid19 dan pemberlakuan pembatasan kegiatan masyarakat (PPKM) banyak orang tua mahasiswa yang terdampak di masa pandemi sehingga ekonomi masyarakat semakin merosot.


"Seharusnya rektor IAIN Madura memikirkan nasib mahasiswa yang perekonomiannya dibawah rata-rata. Dan anehnya lagi paska surat edaran dikeluarkan banyak teror kepada mahasiswa dengan ancaman akan dicabut beasiswa (Bagi Mahasiswa Bidik misi) yang mengikuti kegiatan Demontrasi"


Aksi tersebut ditemui langsung oleh rektor IAIN Madura Mohammad Kosim ia menyampaikan dan mengalibikan bukan tidak mau menemui mahasiswa unras, tetap dalam beberapa hari ini ia sedang sakit. Kata rektor


"Dalam beberapa tuntutan dari mahasiswa kami secepatnya akan segera memberitahukan hasil musyawarah kami. Apabila mengenai UKT terhadap Mahasiswa kami akan sampaikan kepada kabag keuangan. Jadi kami tidak bisa memutuskan."


Presma IAIN Madura mengatakan Dalam aksi jilid II ini ada Tujuh tuntutan yang harus dipenuhi oleh orang nomer satu di kampus IAIN Madura.


"Pertama, Memperbaiki sistem pembelajaran dengan mengeluarkan petunjuk teknis bagi mahasiswa semester 1-3 mengikuti perkuliahan offline dan semester 5-13 harus mengikuti Blanded Learning. Kedua, mempertanyakan kinerja rektorat karena minimnya pelayanan. Ketiga,  rektorat harus bertanggung jawab atas kelalaian sarana dan prasarana. Keempat, stop teror dan intimidasi kebebasan berpendapat. Kelima, meminta pemotongan UKT bagi semester 1 sebesar 25 persen + kuota belajar Rp. 150.000. Keenam, meminta pemotongan UKT bagi semester 5-7 sebesar 30 persen + kuota belajar Rp. 150.000. Ketujuh, meminta pemotongan UKT bagi semester 9-13 sebesar 40 persen + kuota belajar Rp. 150.000." tandasnya