GEMPUR Gelar Audiensi Menagih Janji Rektor IAIN Madura -->
Cari Berita

GEMPUR Gelar Audiensi Menagih Janji Rektor IAIN Madura

Mohammad Fairus
Tuesday, June 8, 2021


Jatim Aktual, PAMEKASAN - GEMPUR (Gerakan Mahasiswa Pemandu Revolusi) Menggelar Audiensi Pertanyakan Proyek Rehabilitasi Gedung dan menagih janji Rektor IAIN Madura tentang pengadaan klinik dan mobil kesehatan.


Mahasiswa Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Madura yang tergabung dalam Gerakan Mahasiswa Pemandu Revolusi (GEMPUR) melakukan audiensi di ruang sidang Rektorat IAIN Madura menanyakan tentang Proyek Rehabilitasi Gedung, klinik, Parkiran, kendaraan operasional kampus IAIN Madura, dan management informasi dan dokumentasi terhadap rektor IAIN Madura, Selasa (08/06/2021) di Ruang Rektorat IAIN MADURA.


Khoirul Anam, Koordinator GEMPUR IAIN Madura menyampaikan kekecewaannya terhadap Rektor IAIN Madura yang kurang tegas memimpin IAIN Madura dalam beberapa hal. Pertama, ia prihatin dalam sektor pemeliharaan dan perawatan fasilitas gedung di IAIN MADURA. Berdasarkan temuan oleh rekan-rekan GEMPUR, banyak fasilitas gedung utamanya gedung F dan G Kampus IAIN MADURA yang keadaannya saat memprihatinkan.


"Hal itu luput dari perhatian warek II utamanya Rektor sebagai orang nomor satu di IAIN Madura. Temuan kami, Di gedung F saja, banyak yang mengalami rusak parah. Sedangkan di gedung G selain tidak terawat, kondisi gedungnya retak dan terdapat kotoran burung. Hal itu jelas mencoreng nama baik kampus IAIN Madura sebagai kampus Islam Negeri satu-satunya di Pamekasan. Padahal Semua Fasilitas Gedung yang menjadi tempat proses Kegiatan Belajar Mengajar (KBM) itu ada anggaran pemeliharaan/perawatannya. Lantas dikemanakan Anggaran mulai dari tahun 2019 hingga saat ini". Tegas Khoirul Anam.


Kemudian ungkap Khoirul petuah sapaan akrabnya, berdasarkan temuan di lapangan juga ada sedikit kejanggalan yang kami dapatkan, faktanya rehabilitasi gedung A hingga gedung E tidak semuanya di rehabilitasi, hanya gedung B sampai gedung E, sedangkan gedung A dibiarkan begitu saja, padahal itu satu deret.


"Kami juga mencurigai adanya kongkalikong mulai dari proses perencanaan hingga pelaksanaan teknis pengerjaan proyek rehabilitasinya. Sehingga kami meminta bukti-bukti mulai dari perencanaan hingga pengerjaannya demi menghindari adanya hal-hal yang melanggar prosedur pengerjaan proyek rehabilitasi gedung". Ujarnya.


Mahrus Ali menambahkan, begitu juga terkait mobil operasional kampus IAIN Madura. Ia menilai Rektor IAIN MADURA tidak menepati janjinya.


"Beberapa bulan yang lalu, Rektor IAIN MADURA sempat berjanji untuk segera menganggarkan pengadaan mobil kesehatan untuk mahasiswa, tapi sampai hari ini tidak ada tindakan pasti dari pihak Rektor. Dalam janjinya juga, pihak Rektor akan segera melakukan pengadaan bangunan Klinik Kesehatan di wilayah kampus IAIN Madura, tapi sampai saat ini kami belum mencium tindakan pasti dari pihak Rektor yang juga selaku Kuasa Pengguna Anggaran (KPA). Sehingga kami menilai Rektor hanya bisa menjadi pemimpin tapi tidak bisa memimpin dan hanya berjanji tapi tidak mampu menepati janji". Tegas Khoirul.


Dalam audiensi tersebut, Muhammad Iqbal menegaskan bahwa semua persoalan yang sudah disampaikan di ruangan audiensi.


"Mulai dari Proyek Rehabilitasi Gedung, klinik, parkiran, kendaraan operasional kampus IAIN Madura, dan management informasi dan dokumentasi segera ditindak lanjuti secara serius oleh pihak Rektor, karena GEMPUR akan mengawal semua tuntutan sampai tuntas". pungkasnya.


Sedangkan dalam waktu yang bersamaan, Dr. H. Moh Kosim M.Ag, Rektor IAIN Madura menyampaikan bahwa gedung B sampai E sudah direhabilitasi, dan untuk yang lain masih belum. Karena setiap melakukan penganggaran selalu di blokir oleh pihak penyedia sehingga memilih mengalokasikan ke bangunan yang lebih prioritas.


Orang nomor satu di IAIN MADURA itu juga berjanji dalam waktu sepekan akan melakukan tindakan, terkait pengadaan klinik. Terkait mobil kesehatan, tahun depan akan diupayakan melakukan pengadaan mobil kesehatan. Bahkan untuk sewa mobil bus yang baru, ia menargetkan akan melakukan pengadaan, sehingga tidak lagi sewa. Tandasnya.


Dalam audiensi itu ditemui oleh pihak Rektor, dan UKPBJ. Rektor mengapresiasi kepedulian rekan-rekan GEMPUR dalam memberikan masukan terhadap kemajuan Kampus IAIN Madura.