Menjelang Pembelajaran Tatap Muka, Nur Yasin Minta Percepat Vaksinasi untuk Guru -->
Cari Berita

Menjelang Pembelajaran Tatap Muka, Nur Yasin Minta Percepat Vaksinasi untuk Guru

Thursday, May 27, 2021


(27/05/21) Terkait rencana pembelajaran tatap muka yang dicanangkan pemerintah akan dimulai pada bulan Juli mendatang, Anggota Komisi IX DPR RI F-PKB Nur Yasin mendorong agar pemerintah segera mempercepat vaksinasi untuk para dewan guru, tenaga pendidik, dan tenaga kependidikan. 


Beberapa lembaga pendidikan di berbagai daerah sudah akan menerapkan pembelajaran tatap muka. Salah satunya di Kabupaten Jember. Pemerintah Kabupaten Jember, Jawa Timur, merencanakan pembelajaran tatap muka untuk SD, SMP, dan SMA pada tanggal 5 Juli 2021 mendatang. Namun persoalannya adalah sampai saat ini belum semua tenaga pendidik (guru) dan tenaga kependidikan yang ada di Jember mendapatkan Vaksin, sehingga dikhawatirkan akan menjadi cluster baru penyebaran Covid-19.


Nur Yasin mengatakan, “Pemerintah menyatakan bahwa tahun ajaran baru sudah dapat dimulai dengan pembelajaran tatap muka (PTM) secara terbatas pada Juli 2021 mendatang. kebijakan ini berdasarkan SKB Empat Menteri tentang Panduan Penyelenggaraan Pembelajaran di Masa Pandemi Covid-19. Silahkan melakukan PTM, namun dengan prokes yang ketat dan jangan sampai ada cluster baru.”


Oleh karena pembelajaran tatap muka sudah akan dimulai, maka Nur Yasin sebagai wakil rakyat dapil Jatim Iv mendorong pemerintah agar mempercepat proses vaksinasi bagi para guru, tenaga pendidik, dan tenaga kependidikan utamanya bagi daerah yang akan melaksanakan pembelajaran tatap muka khususnya di Kabupaten Jember. 


Sebagaimana diketahui, bahwa Menteri Kesehatan menargetkan peroses vaksinasi nasional untuk 181.5 juta sasaran vaksin akan selesai pada bulan Desember 2021. Namun pada kenyataannya sampai tgl 25 Mei 2021, dari 181.5 juta sasaran vaksin, hanya ada 15,3 juta orang yang melakukan vaksinsai dosis pertama, dan 10,1 juta orang vaksinasi dosis kedua. Jadi baru sekitar 25,4 juta dosis yang disuntikkan, angka ini sangat jauh dari target tahap kedua yang seharusnya sampai dengan juni 2021 adalah 40,3 juta dosis.


Atas dasar itu Nur Yasin menyampaiakan “Dengan adanya kasus masih banyaknya tenaga pendidik  yang belum  divaksin,  saya meminta kepada pemerintah agar memepercepat dan mendahulukan proses vaksinasi untuk tenaga pendidik atau guru. Disamping itu masyarakat juga harus memahami, bahwa salah satu alasan keterlambatan proses vaksinasi ini karena faktor ketersediaan vaksin di pusat tidak sesuai target, setelah gagalnya 10,3 juta dosis vaksin AstraZeneca dari India batal dikirim ke Indonesia pada bulan Maret dan April lalu melalui skema Covax/GAVI."


Nur Yasin juga meminta agar pemerintah tidak ketergantungan kepada vaksin impor. "Vaksin covid-19 menjadi rebutan di seluruh dunia . sehingga pemerintah tidak boleh hanya bergantung kepada vaksin impor. Saat RDP dengan Menkes, tegas saya sampaikan bahwa Pemerintah harus mempercepat proses produksi Vaksin Merah Putih yang dikembangkan oleh 7 lembaga yaitu LBM Eijman, LIPI, ITB, UNPAD, UI, UGM dan UNAIR. Bila perlu mereka kerja keras. Sehingga dengan begitu, persoalan masih banyaknya tenaga pendidikan yang belum di vaksin, khususnya di kabupaten Jember bisa teratasi dengan baik”. Pungkasnya.