Mohammad Habibi Sebut Panitia PAW Curang, Ahmad Subli Angkat Bicara -->
Cari Berita

Mohammad Habibi Sebut Panitia PAW Curang, Ahmad Subli Angkat Bicara

Mohammad Fairus
Saturday, April 17, 2021


Jatim Aktual, Sumenep - Kembali diungkitnya persoalan pemalsuan ijazah yang diduga dilakukan oleh mantan kades Guluk-Guluk, Akhmad Wail pada Pemilihan Kepala Desa Antar Waktu (PAW) 2018 silam, terus memancing beragam reaksi dari masyarakat.


Beberapa waktu yang lalu, ex bakal calon PAW Desa Guluk-Guluk, Mohammad Habibi juga angkat bicara terkait kembali diungkitnya persoalan ijazah palsu tersebut. Menurut Mohammad, sapaan akrabnya, seperti dikutip dari, MaduraPost, https://madurapost.net/geram-terhadap-gaduhnya-ijazah-palsu-di-guluk-guluk-mohammad-habibi-ungkap-tindakan-curang-panitia-paw/, bahwa kegaduhan ini disebabkan panitia PAW pada waktu terindikasi melakukan kecurangan.


"Bagaimana tidak, setahu saya yang melaporkan dugaan Ijazah palsu itu adalah Mas Subli sendiri. Nah, dulu yang mengecek palsu atau tidaknya Ijazah-ijazah dari para bakal calon PAW ke setiap sekolah-sekolah dan ke Universitas-universitas sesuai Ijazah itu adalah Mas Subli dan anggotanya,” ungkapnya, Rabu (14/4/2021). Seperti dikutip dari MaduraPost


Menanggapi pernyataan Mohammad tersebut. Ahmad Subli tak membenarkan semua tuduhan yang disampaikan Mohammad kepada panitia PAW. Pasalnya, panitia verifikator berkas PAW 2018 sudah melakukan tugasnya dengan benar.


"Sebelum tanggal 20 Januari tim verifikator yang dipimpin oleh salah satu tokoh agama berinisial H, dan tiga anggota yang lainnya termasuk saya,  mendatangi perguruan tinggi Mojokerto, Al Unsuri Surabaya, STIE I.E.U Surabaya, yang dari verifikasi itu hasilnya dinyatakan sah dan semua ijazah itu asli," ucap Subli, Sabtu 17/04/21


Lebih lanjut, ia menjelaskan bahwa pihak panitia PAW sudah melakukan kordinasi dengan pihak DPMD, terkait kemungkinan adanya ijazah palsu, namun hal itu sudah bukan ranahnya panitia jika panitia sudah melaksanakan sesuai dengan aturannya.


"Bahkan saya sempat menanyakan hal itu (kemungkinan pemalsuan ijazah, red) kepada pihak DPMD, namun mereka menyatakan itu sudah bukan ranahnya panitia bila panitia sudah mendapatkan klarifikasi dari perguruan tinggi dimana ijazah itu keluar, maka tugas panitia sudah selesai," terangnya.


Subli, sapaan akrabnya mengatakan bahwa pada tanggal 29 Januari ada dua LSM yaitu TOPAN dan RANDUNG yang melakukan klarifikasi ke Kampus STIE I.E.U Surabaya tentang keabsahan ijazah atas nama Akhmad Wail, yang pada tanggal 30 Januari diklarifikasi oleh pihak kampus secara tertulis, bahwa pihak kampus tidak menumakan data atas nama Akhmad Wail.

Klarifikasi dari pihak kampus STIE I.E.U  kepada LSM RANDUNG


"Maka setelah adanya klarifikasi dari pihak kampus itu, perwakilan LSM dari RANDUNG denga inisial E,  pada tanggal 31 Januari menyerahkan berkas itu kepada pihak panitia PAW. Namun saya sebagai panitia PAW pada waktu tidak pernah menerima berkas itu. Ini artinya ada oknum panitia yang menyembunyikan surat itu," sambung Subli


"Saya tidak tahu menahu terkait adanya surat klarifikasi dari pihak kampus itu, karena pada pemilihan PAW waktu itu tidak ada pleno. Sehingga seandainya klarifikasi ijazah itu di Plenonkan, maka kami pastikan PAW pada tanggal 31 Januari itu akan dipending, dan tim verifikator akan melakukan verifikasi ulang," pungkasnya.