Annuqayah Daerah Lubangsa dan Yayasan Siratul Islam Laporan Bersama ke Polres Sumenep -->
Cari Berita

Annuqayah Daerah Lubangsa dan Yayasan Siratul Islam Laporan Bersama ke Polres Sumenep

Mohammad Fairus
Saturday, April 10, 2021

 


Jatim Aktual, Sumenep - Kasus BOP Pesantren yang mencatut nama Annuqayah Daerah Lubangsa serta Yayasan Sosial & Dakwah Siratul Islam resmi masuk ke ranah hukum pidana. 


Laporan dilakukan secara bersama-sama antara Annuqayah Daerah Lubangsa dan Yayasan Siratul Islam karena keduanya merasa menjadi korban dan telah dirugikan.


Laporan resmi dilakukan pada hari  Kamis (08/04/21) di Polres Sumenep sebagaimana Tanda Bukti Lapor Nomor : TBL-B/87/IV/RES.1.9./2021/RESKRIM/SPKT POLRES SUMENEP tanggal 8 April 2021 dengan Terlapor Jamaluddin dan Marsuto atas dugaan tindak pidana Pemalsuan Surat sebagaimana dimaksud dalam Pasal 266 _subsidair_ Pasal 263 KUH Pidana.


Laporan tersebut adalah jalan terakhir _(ultimum remedium)_ bagi Annuqayah Daerah Lubangsa dan Yayasan Siratul Islam setelah sekian lama melakukan _tabayun_  dan ikhtiar agar masalah ini segera selesai dan agar tergambar secara terang benderang.


Salah satu bahan untuk _tabayun_ adalah hasil-hasil diskusi, musyawarah serta saran-saran yang disampaikan oleh pihak Kemenag Sumenep bahwa pelaku penyalahgunaan BOP harus diusut sampai tuntas.


Dugaan tindak pidana tersebut terjadi di BNI Unit Prenduan dan ternyata BNI Cabang Sumenep menyatakan proses pencairan BOP Pesantren Annuqayah Lubsa tersebut telah memenuhi syarat untuk dicairkan oleh pelaku sementara menurut Kemenag Sumenep Piagam Izin Operasional Pondok Pesantren yang digunakan pelaku tidak pernah dikeluarkan oleh Kemenag Sumenep alias palsu.


Menurut Kemenag Sumenep peristiwa penyimpangan BOP Pesantren ini tidak hanya terjadi pada Annuqayah melainkan juga banyak Pesantren dan lembaga-lembaga lain yang menjadi korban.