Langsung Tancap Gas, Pinbas MUI Jatim Mou Ekspor Komiditi Jatim ke Malaysia -->
Cari Berita

Langsung Tancap Gas, Pinbas MUI Jatim Mou Ekspor Komiditi Jatim ke Malaysia

Tuesday, March 23, 2021


 

(23/03/21) Pusat Inkubasi Bisnis Syariah (Pinbas) Majlis Ulama Indonesia (MUI) Jawa Timur melaksanakan MOU dengan PT. Empora Gaharu di Hotel Best Western Papilio Surabaya, Senin (3/8) siang. Acara ini disaksikan langsung oleh Drs. KH. Syafrudin Syarif selaku Wakil Ketua MUI Jawa Timur. 


Menurut Ketua Pusat Pinbas MUI Jawa Timur, Dr. Ir. Jumadi, MMT proses inkubasi bisnis syariah meliputi pembinaan bisnis syariah dan network channeling, tahapan lanjutan, sertifikasi bisnis syariah yang dilakukan kepada wirausahawan muslim dan usaha mikro, kecil, menengah dan koperasi (UMKMK).


"Industri agro di Jawa Timur sebanyaj 675.779 unit usaha dan mempu menyerap 2,6 juta tenaga kerja dengan nilai produksi sebesar 157,4 triliun, ini sungguh potensi besar," tutur Jumadi dalam acara tersebut.


Lebih detail, Jumadi menjelaskan bahwa Pinbas MUI Jatim sudah mendapatkan permintaan dari Malaysia melalui PT. Titis Sampurna (Holding) dan PT. Empora Gaharu (anak perusahaan) untuk 8 komoditas Jawa Tomir yaitu ubi kentang  wortel, kopi robusta dan arabika, bunga cengkeh pisang mas kirana, kubis bulat dan ubi kuning dengan total 2.550 ton/bulan.


Kesepakatan antara Pinbas MUI Jatim dengan PT. Titis Sampurna dan  PT. Empora Gaharu juga mensyaratkan sertifikat bisnis syariah pada komoditi yang akan diekspor.


KH Syafrudin Syarif, Wakil Ketua MUI Jawa Timur mengatakan bahwa terwujudnya kejayaan Islam dan kaum muslimin merupakan salah satu tugas MUI.


“Salah satu tugas kita sebagai ulama adalah mensosialisasikan dan mengampanyekan pentingnya produk halal dan proses bisnis yang syariah ke tengah-tengah masyarakat, konsumen, maupun produsen,” katanya.


Oleh karena itu Pinbas MUI Jatim dibentuk untuk melakukan program inkubasi bisnis syariah.


Ke depan diharapkan MUI Jatim dapat menjadi pelopot sertifikasi bisnis syariah di Indonesia. Tak hanya itu MOU ini juga diharapkan menjamn kepastian kualitas syariah prosedur bisnis, mendorong wirausahawan untuk .engijuti standar dan kaidah bisnis syariah dan meningkatkan nilai tambah dan daya saing produk halal dan syariah baik di pasar lokal, regional dan ekspor.