Bocah 9 Tahun Tewas Dibantai Pemuda Asal Sumenep -->
Cari Berita

Bocah 9 Tahun Tewas Dibantai Pemuda Asal Sumenep

Tuesday, March 9, 2021


Jatim Aktual - Pamekasan,
Nasib naas menimpa seorang bocah Inisial AATA (9 thn) Pelajar di salah satu SDN. Asal Dusun Ombul, Desa Taraban, kecamatan Larangan, Kabupaten Pamekasan, Madura, Jawa Timur, tewas disembelih oleh seorang Pemuda berinisial UA 20, warga Jalan Pahlawan No. 76 Kelurahan Karang Duak, Kecamatan Kota, Kabupaten Sumenep, pada Pukul 01.00. Wib, Hari Senin 8/3/21. 


Lewat Kabag Humas, AKBP Apip Ginanjar Kapolres Pamekasan, membenarkan kejadian tersebut dan dilakukan penangkapan terhadap pelaku pembantaian anak usia dini tersebut.


“Pelaku Ditangkap oleh Anggota Satreskrim Polres Pamekasan yang dipimpin langsung oleh Kasatreskrim dan kanit Pidum, di sebuah rumah milik bibinya di Desa Taraban, Kecamatan Larangan, Kabupaten Pamekasan,” terangnya.


Kasat Reskrim Polres Pamekasan, juga menyampaikan hal yang senada. menurutnya pelaku nekat membantai bocah tak berdosa tersebut lantaran sakit hati terhadap ayah korban.


“Pemuda berambut pirang ini usut punya usut tega menghabisi nyawa seorang bocah yang tidak berdosa itu, dilatar belakangi hanya karena sakit hati kepada ayah korban dan sampai saat ini kami masih dalam pendalaman penyidikan lebih lanjut,” ungkap AKP Adhi Putranto Utomo, Senin 8/3/21, kepada awak media.


Ia menjelaskan bahwa awal mula terjadinya pembantaian tersebut pada Minggu malam 7/3/21, sekitar Pukul 23.45 Wib. Korban sedang berada di dalam kamar, sementara kedua orang tuanya berada di ruang tamu rumah. Tiba-tiba tersangka masuk ke dalam rumah sambil membawa pedang, melihat tersangka masuk ke dalam rumah, Karimullah (58 thn) orang tua korban ketakutan dan keluar rumah guna meminta pertolongan kepada sekdes Taraban.


Sementara itu, ibu korban Kuntari (42 thn) keluar rumah untuk memberitahukan kepada Bibi pelaku bahwa tersangka, mengamuk dan membawa sebilah pedang.


“Setelah itu Ibu korban kembali dari rumah, Nenek korban kemudian langsung masuk ke dalam rumah. Kemudian melihat ke dalam kamar tiba tiba korban sudah dalam keadaan bersimbah darah dengan posisi tertelungkup dengan luka pada kepala belakang selebar 1 cm. Seketika itu Ibu korban langsung berteriak histeris minta tolong kepada para tetangga,”tambahnya.


Hasil olah TKP Satreskrim Polres Pamekasan, berhasil mengumpulkan beberapa barang bukti berupa sebilah pedang dengan panjang 108 cm yang ada bercak darahnya dengan gagang terbuat dari kayu yang dililit tali warna hitam dan sarung pedang terbuat dari kayu yang dililit tali berwarna hitam dan juga terdapat tali berwarna merah kombinasi kuning dengan pariasi besi warna emas. kemeja warna hijau lumut bermotif garis yang terdapat saku di sebelah kiri bagian dada,  sarung warna hitam dengan kombinasi motif warna abu – abu, kaos dalam warna putih berlumuran darah. 1 kerah dengan warna liris hitam, kuning, abu – abu berlumuran darah.


“Atas perbuatan tersangka diterapkan Pasal 340 SUB 338 SUB 351 AYAT 3 KUHP. Dengan ancaman hukuman mati. Atau seumur hidup. Atau hukuman paling lama 20 tahun penjara,”tegas dan pungkasnya. (Ahmad)