Turut Berbela Sungkawa, Gubernur Jatim Kunjungi Pesantren An - Nidhomiyah -->
Cari Berita

Turut Berbela Sungkawa, Gubernur Jatim Kunjungi Pesantren An - Nidhomiyah

Mohammad Fairus
Thursday, February 25, 2021

 

Gubernur Jatim, Khofifah Indah P. saat memberikan bansos kepada pengasuh/pengurus pondok pesantren An-Nidhomiyah. (Foto: Jatim Aktual/Fiki)

Jatim Aktual - Pamekasan, Gubernur beserta rombongan Forkopimda Jatim didampingi Bupati dan jajaran Forkopimda Pamekasan kunjungi tempat kejadian longsor di Pondok Pesantren An-Nidhomiyah, dusun Jepun desa Bindang, Kec. Pasean Pamekasan. Kamis, 25/2/21.


Rombongan pejabat pemerintah tersebut tiba di lokasi sekitar pukul 15.30 WIB. Kegiatan tersebut merupakan takziyah sekaligus silaturahmi keluarga korban dan Pondok Pesantren An-Nidhomiyah.


Acara yang dipandu oleh Bupati Pamekasan tersebut dilanjutkan dengan penyerahan bantuan sosial oleh Gubernur Jawa Timur Khofirah Indar Parawansah, Pangdam V Brawijaya Mayjen TNI Suharyanto, Pangkoarmada II Laksda TNI I.N.G Sudihartawan dan Kapolda Jawa Timur Irjen Pol Dr. Nico Afinta.


Di depan masyarakat Pasean, Gubernur Jawa Timur, yang didampingi oleh Pangdam V Brawijaya, Pangkoarmada II dan Kapolda Jatim menyebutkan, bahwa pihaknya sangat prihatin dan berduka sedalam-dalamnya atas peristiwa longsor yang menimpa Pondok Pesantren Annadhomiyah dan mengakibatkan 5 (lima) Santriwati meninggal dunia karena tertimpa tebing yang longsor.


"Saya (Gubernur Jatim) bersama Pangdam V Brawijaya, Pangkoarmada II dan Kapolda Jatim, mengucapkan bela sungkawa sedalam dalamnya, atas musibah yang terjadi di Pondok Pesantren Annidhomiyah, yang mengakibatkan duka mendalam," tutur Gubernur Jatim, Kamis (25/2/21) sore.


Bupati Pamekasan H. Badrut Tamam, juga gratiskan biaya pengobatan untuk santriwati yang masih menjalani perawatan di rumah sakit.


"untuk seluruh biaya pengobatan korban yang masih dirawat, kami gratiskan" tegasnya. 


Dalam peristiwa longsor tersebut menyebabkan lima santriwati meninggal dunia, dan dua masih dirawat di Rumah Sakit. 


Berikut identitas 5 santriwati yang meninggal dunia akibat timbunan longsor:


1. Rubiatul Adhawia (14) asal Desa Poreh , Kecamatan Karangpenang, Kabupaten Sampang.

2. Siti Khomariyah (16) asal Kecamatan Sumberjambe, Kabupaten Jember.

3. Santi (14) asal Desa Dukuhmencek, Kecamatan Sukorambi, Kabupaten Jember.

4. Nur Aziza (13) asal Desa Dukuhmencek, Kecamatan Sukorambi, Kabupaten Jember

5. Nabila (12) asal Desa Sempong Barat, Kecamatan Pasongsongan, Kabupaten Sumenep. (Ahmad)