DPRD, GMBI dan Disnaker Provinsi akan Sidak ke PT. Imasco -->
Cari Berita

DPRD, GMBI dan Disnaker Provinsi akan Sidak ke PT. Imasco

Thursday, February 4, 2021


Rapat Dengar Pendapat (RDP) antara eks buruh pabrik semen Singa Merah PT. Imasco dengan Komisi D DPRD Jember, diapresiasi oleh Gerakan Masyarakat Bawah Indonesia LSM (GMBI), menurut Nailil Ghufron, apa yang dihasilkan dari RDP ini bisa ditindak lanjuti, jika tidak ada hasil, pihaknya tidak segan melakukan aksi demo (jalanan).


“Kami sangat berterima kasih sudah ditemui oleh bapak dewan yang terhormat, dan hasilnya dalam waktu dekat akan dilakukan sidak, jika setelah sidak tidak ada hasil, dan masih seperti ini, maka kami akan melakukan aksi, dan tuntutan kami perusahaan tersebut lebih baik ditutup, daripada tidak memberi manfaat kepada masyarakat sekitar,” ujar Nailil Ghufron pasca RDP dengan Komisi D DPRD Jember Kamis (4/2/2021).


Ghufron menjelaskan, persoalan yang terjadi di pabrik semen Singa Merah PT. Imasco, tidak hanya pada kasus pemecatan secara sepihak dan hanya melalui pesan whatsapp saja, tapi beberapa persoalan lainnya juga sampai saat ini belum kelar, seperti soal pemindahan irigasi yang terdampak proyek PT. Imasco.


“Persoalan Imasco ini sudah komplek, sejak pembangunannya sudah membuat ulah, yakni melakukank relokasi saluran irigasi yang tidak sesuai, sehingga berdampak pada pertanian di wiayah Desa Puger Wetan,” beber Nailil Ghufron.


Selain itu, mengenai jumlah tenaga kerja asing, Nailil Ghufron juga menilai, tidak sesuai dengan apa yang disampaikan saat pertama kali membangun pabrik, karena sampai saat ini jumlah Tenaga Kerja Asing dengan Tenaga Kerja Lokal, sangat njomplang.


“Jumlah tenaga kerja asing yang mencapai ratusan, sangat njomplang, perkiraan kami ada 600 tenaga kerja asing, sedangkan jumlah tenaga kerja lokal juga tidak seimbang,” bebernya.


Sedangkan Sofyan Sauri Koordinator Pengawas UPT. Dinas Tenaga Kerja Propinsi Jawa Timur di Jember, dalam RDP menjelaskan, bahwa dari laporan yang disampaikan oleh PT. Imasco ke Dinasnya, jumlah Tenaga Kerja yang dilaporkan ke pihaknya hanya berjumlah 144, dimana 111 merupakan karyawan tetap, sisanya adalah karyawan kontrak.


“Dari jumlah 144 tersebut, PT Imasco melaporkan ke kami, untuk tenaga kerja asingnya hanya ada 2 orang saja, soal benar tidaknya, kami belum bisa cek, karena bisa jadi perusahaan memiliki karyawan 500 lebih, tapi yang dilaporkan ke kami hanya 100 an,” ujar Sofyan.


Sofyan pun menyambut baik, rencana dari Komisi D DPRD Jember jika benar-benar mau melakukan sidak bersama, sehingga akan mengetahui secara detail apa yang ada di dalam pabrik tersebut, sebab selama ini pihak pabrik sangat membatasi jumlah tamu pengunjung.


“Jadi kalau memang nanti jadi sidak, kami sangat senang, sehingga bisa mengetahui sebenarnya, apa yang ada di PT. Imasco,” beber Sufyan.


Ahmad Hafidi selaku ketua Komisi D DPRD Jember, dalam kesempatan tersebut mengatakan, bahwa pihaknya secepatnya akan melakukan sidak. “Tolong Dinas Tenaga Kerja Kabupaten nanti yang menjadwalkan, secepatnya dan tidak mendadak, kalau bisa sebelum tanggal 17 Februari, karena bersamaan dengan pelantikan Bupati,” pungkas Hafidi yang juga politisi PKB. (*)