Dana Proyek PEN Tak Cair, Kontraktor di Pamekasan Mengaku Kecewa -->
Cari Berita

Dana Proyek PEN Tak Cair, Kontraktor di Pamekasan Mengaku Kecewa

Friday, February 12, 2021


Pamekasan - Hingga tahun 2021, dan Pemulihan Ekonomi Nasional (PEN) di Kabupaten Pamekasan belum dicairkan oleh pemerintah daerah. Akibatnya, para kontraktor dan konsultan harus gigit jari.

Seperti halnya yang dirasakan H Halim. Ia mengaku belum menerima pencairan dana proyek. Padahal proyek yang dikerjakannya telah rampung 100 persen sebulan yang lalu.


Menurutnya, yang menjadi korban akibat tidak kunjung terealisasi ialah para pekerja yang sejauh ini telah mengabdi kepada pihak rekanan.


Selain itu, pihak kontraktor yang selalu ditekan untuk segera membayar oleh Supplier Asphalt Mixing Plant (AMP).


"Akibatnya kami dengan supplier AMP melebihi deadline waktu kontrak yang ditentukan kedua belah pihak," kata H Halim.


Ia menyebut bahwa semua berkas sudah diserahkan pada dinas PUPR Pamekasan sejak akhir tahun 2020.


"Hanya saja belum ada kepastian untuk para kontraktor kapan dana tersebut akan dicairkan oleh Pemda," terangnya.


Ia berharap pemerintah memperhatikan nasib para pekerja dan para kontraktor. Sebab kewajibannya telah terpenuhi, sementara haknya belum diterima.


Sementara itu, Plt Kepala BKD Pamekasan, Sahrul Munir menjelaskan bahwa tidak cairnya dana dikarenakan pihak kontraktor tidak memenuhi ketentuan.


Diantaranya, melewati deadline pekerjaan, menyetor berkas di atas tanggal 29. Karena APBD disahkan tanggal tersebut. Sehingga harus masuk Dipa.


"Kedua, sesuai MoU diawal bahwa PEN dibayar setelah audit selesai," kata Sahrul Munir.