GEMPA: Pengadaan Mobil Rektor Di Tengah Pandemi Covid-19.??? -->
Cari Berita

GEMPA: Pengadaan Mobil Rektor Di Tengah Pandemi Covid-19.???

Thursday, January 21, 2021


Jatimaktual.com, Pamekasan. - Gerakan Mahasiswa Penyambung Aspirasi (GEMPA) Menggelar audiensi terhadap pimpinan IAIN Madura pada Rabu (20/01/2021) yang berlangsung di Ruang Sidang Rektorat IAIN Madura. Audiensi itu dihadiri oleh WAREK II (Dr. H. Moh. Zahid. M.Ag., kepala Unit Kerja Pengadaan Barang/Jasa (UKPBJ), dan sekretaris UKPBJ.


Menurut Koordinator Gerakan Mahasiswa Penyambung Aspirasi (GEMPA) IAIN Madura, Idrus Ali, audiensi itu dilakukan dalam rangka mempertanyakan tentang Pengadaan Mobil Rektor di tengah pandemi yang terkesan janggal, Pengadaan Kabel perpustakaan, dan pengadaan pagar gedung rektorat, serta transparansi keterbukaan informasi publik.


Dalam audiensi itu, Idrus Ali mempertanyakan, mengapa Rektor tidak melakukan pengadaan kendaraan mobil bus untuk mengganti kendaraan bus yang sudah tidak layak dan yang sudah pernah mogok itu, dan mengapa memilih melakukan pengadaan kendaraannya sendiri. Padahal lebih penting kendaraan mahasiswa.


Tanggapan WAREK II, beliau menyampaikan bahwa kampus bukan tidak mau melakukan pengadaan terkait bus akan tetapi pengadaan bus itu sempat dianggarkan tahun 2019 namun terblokir dari pihak penyedia, dan itu sangat sulit, ucapnya di ruang audiensi.


Koordinator audiensi GEMPA itu sangat kecewa lantaran tidak ditemui Rektor langsung, ia menilai bahwa pihak Rektor IAIN Madura terindikasi menggunakan jabatannya dengan lebih mementingkan kepentingannya sendiri di atas kepentingan mahasiswa IAIN Madura. Pihak Rektor terkesan tidak peduli terhadap kendaraan mahasiswa yakni mobil bus yang sudah tidak layak dipakai, dan bahkan Mobil itu sudah pernah mogok, apalagi itu sisa kendaraan lama dan masih berlabel STAIN PAMEKASAN, ucap mahasiswa semester 8 itu saat ditemui redaktur selepas audiensi.


Dalam audiensi itu, GEMPA meminta kepada yang bersangkutan untuk disampaikan kepada Rektor. Ia pun akan mengirimkan surat permohonan permintaan realisasi anggaran atas semua tuntutannya itu kepada yang berwenang di IAIN Madura. Harapan dari Gerakan Mahasiswa Penyambung Aspirasi (GEMPA) bahwa, Semua tuntutan persoalan mobil Rektor dan hal-hal lain yang dianggap janggal bisa diamini oleh pihak pimpinan. Dan bahkan GEMPA mengancam akan melaporkan ke pihak yang berwajib jika terjadi kejanggalan, apabila kampus tidak ada respon positif , pungkas Idrus Ali.


Sedangkan tanggapan Rektor, "saya sangat menghargai aspirasi Mahasiswa yang tergabung di GEMPA, dan pihak kampus pun sudah menemui temen-temen GEMPA, itu saya rasa sudah cukup dan tinggal di proses," ucap Rektor saat ditemui di ruangannya, Rabu, (20/01/2021)