UPTTI UNEJ Gagal Total, KPUM UNEJ : Jangan Jadikan Kami Kambing Hitam -->
Cari Berita

UPTTI UNEJ Gagal Total, KPUM UNEJ : Jangan Jadikan Kami Kambing Hitam

Sunday, December 13, 2020


Hajat kontestasi politik mahasiswa universitas jember (UNEJ) saat ini dipaksa mundur akibat sistem Pemilihan Umum Raya atau disingkat PEMIRA gagal dilaksanakan oleh UPTTI UNEJ.


Kegagalan sistem tersebut ternyata tidak hanya diwarnai aksi kekecewaan, namun menjadi turunnya tingkat kepercayaan mahasiswa kepada UPTTI UNEJ. Karena tidak tangkas dalam menanggapi hal miring, sehingga harus membuat KPUM terdesak.


Menurut Nanda ketua KPUM "Dalam Hal ini antara sistem PEMIRA dan Asasnya harus seimbang seperti bunyi pasal 21 Undang-Undang Dasar Ikatan Keluarga Mahasiswa UNEJ (UUD IKM UNEJ), Pemira dilaksanakan secara langsung, umum, bebas, rahasia, jujur dan adil setiap setahun sekali. Namun kenyataannya sistem tidak ada, dan UPTTI seakan cuci tangan atas konflik yang ditimbulkan".


Minimnya wawasan terhadap sistem akan menimbulkan ketimpangan pengetahuan di mahasiswa, UPTTI UNEJ seharusnya wajib menceritakan kronologi permasalahan dan kesanggupan tersebut bersama lembaga penyelenggara. Sebab KPUM hanyalah pelaksana tingkat II setelah UPTTI membicarakan soal sistem PEMIRA ini, senantiasa akan menimbulkan ceruk fatal jika tidak segera tersosialisasikan.


Berdasarkan press realese yang kami dapatkan tanggal 9 Desember pengunduran Pemungutan disebabkan oleh karena belum siapnya sistem yang disepakati oleh semua pasangan calon (poin 1 Surat pernyataan Kesepakatan E-Vote). Adapun Sistem baru yang disepakati adalah sebagai berikut: 


a. Mahasiswa memasukkan NIM dan Password di web sister

b. Akan ada tool (Pemilihan presBEM dan BPM UNEJ 2020 kemudian menu lanjut)

c. Event-ORMAWA-PEMIRA atau langsung pada sub item PEMIRA)

d. Ambil foto wajah dan kartu identitas diri (KTP, SIM, atau KTM)

e. PPS memverifikasi (yes or no)

f. Slot paslon atau caleg

g. Quickcount


"Sistem tersebut dipilih karena memang untuk benar-benar menjamin tidak ada lagi kecurangan dalam agenda sakral mahasiswa UNEJ itu sendiri. Selain diterapkannya asas langsung; efesiensi waktu memilih Karena foto selfie memegang KTM menjadi tidak mudah di bobol" ucap nanda.


Agar terjamin kesuksesan pasal 1 poin 4 UU IKM UNEJ No. 3 Tahun 2018 Tentang Perubahan Atas Uu Nomor 1 Tahun 2018 Tentang Perubahan Atas UU Nomor 2 Tahun 2017 Tentang Pemilu Raya, “Pemilihan Umum Raya selanjutnya disebut Pemilu Raya adalah sarana kedaulatan mahasiswa untuk memilih Anggota Badan Perwakilan Mahasiswa Universitas Jember serta Ketua Umum dan Wakil Ketua Umum Badan Eksekutif Mahasiswa Universitas Jember, yang dilaksanakan secara langsung, umum, bebas, rahasia, jujur dan adil dalam Ikatan Keluarga Mahasiswa Universitas Jember”.


- Akhirnya dibentuklah kesepakatan pakta integritas pada 28 November dimana berisi kesesuaian kesepakatan sistem E-Vote dengan menggunakan selfie wajah tertandatangi ketiga calon paslon PresBEM UNEJ.


- Semenjak dimunculkannya nota kesepahaman ketiga paslon rentang 30 November-07 Desember melakukan follow up, ternyata disposisi memo yang dikeluarkan tak dihiraukan hingga muncul kejanggalan bahwa pihak rektorat cuci tangan dan tidak mau direpotkan kepada urusan sistem baru.