Program Sehat dengan Isi Piringku, Launching di Kabupaten Probolinggo dan Kabupaten Pasuruan -->
Cari Berita

Program Sehat dengan Isi Piringku, Launching di Kabupaten Probolinggo dan Kabupaten Pasuruan

Thursday, December 3, 2020


Jatim Aktual, 02 Desember 2020. Isu masih relatif tingginya angka stunting disertai pandemi Covid 19 menjadi perhatian pemerintah dan semua warga Negara Indonesia, karena mempunyai dampak yang sangat signifikan terhadap kualitas sumberdaya manusia dalam menghadapi era kompetisi di masa mendatang. Pandemi Covid-19 telah melanda dunia termasuk Indonesia dengan jumlah penyebaran yang sangat cepat dan berujung kematian yang cukup signifikan. Persoalan yang terjadi, bahwa pengetahuan dan kesadaran masyarakat Indonesia tentang pangan dan gizi pada umumnya masih sangat rendah. Hal ini terjadi hampir pada seluruh kalangan masyarakat baik diperkotaan maupun perdesaan. Padahal pengetahuan tentang pangan dan gizi merupakan pengetahuan awal untuk dapat belajar hidup sehat. Kekurangan gizi dapat terjadi pada anak-anak maupun orang dewasa. Untuk mengatasi dan menjawab permasalahan tersebut, DANONE INDONESIA bersama NGO SPEKTRA Surabaya dan Pemerintah Kabupaten Probolinggo dan Pasuruan menyelenggarakan Program Edukasi Kesehatan, Gizi dan Pola Asuh dengan sasaran lembaga PAUD/TK yang diberi nama *PROGRAM SEHAT DENGAN ISI PIRINGKU* , dan diorientasikan agar anak terhindar dari bahaya stunting, anak tumbuh kembang secara proporsional sesuai dengan tahapan usianya, dan anak  mempunyai tingkat ketahanan tubuh yang sangat prima. Oleh karena itu perlu kiranya dilaksanakan kegiatan *Launching & Pelatihan Program SEHAT DENGAN ISI PIRINGKU* . 


Hadir dalam acara ini adalah Asisten Pemerintahan dan Kesra Pemkab Probolinggo, yaitu Bapak Drs. H. Tutug Edi Utomo, MM yang mewakili Ibu Bupati Probolinggo memberi sambutan sekaligus membuka peluncuran program secara resmi. Dikatakannya, stunting tidak bisa dikendalikan sendiri oleh pemerintah, baik Pemkab Probolinggo atau Pasuruan. Melainkan harus ada usaha dari orang tua, dan para guru PAUD dengan dukungan dari Program ‘Sehat dengan Isi Piringku’. “Kita berkomitmen untuk mendukung pemberantasan stunting di Indonesia. Program ini juga didukung lagu ‘Isi Piringku’ yang mempermudah anak-anak mengerti edukasi pangan, sehingga dalam masa Covid-19 anak-anak tetap belajar dari rumah lewat lagu tersebut,” ada PR besar yang harus dikerjakan selama 3 tahun kedepan oleh pemerintah dan instansi terkait, yakni memberantas stunting dan menciptakan generasi emas. Tahun 2023 stunting sudah harus bisa diberantas. Terima kasih atas inisiasi, kerja keras dan supportnya demi generasi emas di tahun 2045, ia berharap, program tersebut bisa digelar secara berkelanjutan. “Program yang menginspirasi seperti ini tak cukup sekali, perlu ada program selanjutnya pasca launching,” harap Tutug.


Sementara itu, Direktur SPEKTRA Surabaya, Rony Sya’roni menjelaskan, progam ini terlaksana berkat kerjasama dengan Danone Indonesia dan Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Probolinggo dan Pasuruan. Pasca launching program, ada trainning bagi guru-guru Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD) di dua wilayah tersebut. “Karena pandemi Covid-19, mau tidak mau kita berharap dengan program ini anak-anak mendapat asupan makanan yang seimbang sehingga ketahanan fisiknya meningkat,” kata Rony dalam sambutan acara.  “Saya harap bunda-bunda PAUD yang hadir disini (pelatihan via daring, red) bisa memberikan bimbingan dan pembelajaran yang dapat menumbuhkembangkan anak dengan tepat,” harap dia. 


Direktur Sustainable Development Danone Indonesia, Karyanto Wibowo menyebut, negara bakal rugi sekitar Rp 300 triliun pada tahun 2030 nanti jika anak-anak sebagai generasi bangsa mengalami stunting. “Karena anak stunting punya kecenderungan performa di sekolah dibawah anak tidak stunting. Sehingga ketika dewasa dan masuk usia produktif, penghasilannya kronis, disinilah kerugian yang alami negara pada anak stunting,” urai Karyanto.


Adapun peserta yang mengikuti launching ini, sekitar 400 guru PAUD yang dibekali pelatihan program tersebut dengan pemateri Heri Multono, Kabid PAUD Dikmas Dinas Pendidikan Kabupaten Pasuruan; Endah Yuliastuti, Kabid Kesmas Dinas Kesehatan Kabupaten Pasuruan; serta Sri Wahyu Utami, Kabid Kesmas Dinas Kesehatan Kabupaten Probolinggo.