BEM UNEJ : TAKUT KONGRES, LPJ PUBLIK JADI TRIK KOTOR -->
Cari Berita

BEM UNEJ : TAKUT KONGRES, LPJ PUBLIK JADI TRIK KOTOR

Wednesday, December 30, 2020


JEMBER -Laporan Pertanggung Jawaban (LPJ) lembaga Badan Eksekutif Mahasiswa dengan cara standing publik tidak memiliki legalitas akibat melanggar Undang-Undang Dasar Ikatan Keluarga Mahasiswa (UUD IKM) UNEJ yang menjadi dasar segala tindakan seluruh lembaga UNEJ, sayangnya BEM Unej kehilangan marwah akibat pelanggaran tersebut. 


“Rilis yang dimunculkan oleh BEM justru menampakkan ketidak fahaman Ketua BEM UNEJ dalam memaknai suatu UU, Uji publik bukan merupakan syarat formil di sahkannya suatu UU” sontak anggota BPM UNEJ. 


Berdasarkan muatan surat pernyataan sikap yang dirilis oleh kedua lembaga tersebut dapat diketahui bahwa perselisihan bermula pada penolakan Ketua BEM UNEJ untuk menandatangani UU Kongres yang di serahkan oleh BPM melalui sidang paripurna secara sah.


“Langkah untuk melakukan LPJ PUBLIK adalah tindakan yang melanggar konstitusi karena tidak berdasar pada produk hukum manapun, LPJ BEM disampaikan dalam KONGRES sebagaimana amanat UU IKM UNEJ” Tegas sastra Ketua BPM UNEJ


“Ketua BEM UNEJ kembali mengalami kesesatan dalam berfikir dengan mempermasalahkan tanggal pengesahan UU kongres." lanjutnya


Pengesahan UU kongres disahkan pada sidang peripurna oleh panja dan Anggota BPM tertanggal 5 Desember, dilanjutkan sidang paripurna yang meliputi BEM UNEJ adalah penyerahan draf UU KONGRES untuk ditandatangani dan kemudian diundangkan, namun Ketua BEM Fairus Abadi kekeh tetap pada sikapnya dengan dalih bahwasanya panitia ad hoc sudah matang persiapan untuk melakukan LPJ PUBLIK tanggal 30 Desember 2020.


Narasi liar akibat inkonsistensi BEM UNEJ yang muncul atas penolakan BEM untuk menandatangani UU kongres tersebut, Sehingga dipertanyakan integritas atas lembaga pusat pembelajaran menjadi negarawan itu. 


 “Dasar dari penolakan tersebut hanya dalih satu ke dalih selanjutnya tanpa dasar hukum yang jelas, saya kemudian merasa BEM UNEJ hari ini berusaha meelakukan pengamanan LPJ atas lembaganya, hal itu didasarkan pada kondisi kelembagaannya yang sampai hari ini masih selalu mendapat penolakan dari seluruh BEM FAKULTAS baik dari sikap ataupun gerakannya, kegagalan merangkul elemen mahasiswa. Berangkat dari kondisi itulah mungkin BEM UNEJ secara kelembagaan hari ini sedang ketakutan untuk melakukan KONGRES” Sambung Ketua BPM tersebut.