Enam Lembaga Kaget Dana BOP Raib di Bank BNI Pamekasan -->
Cari Berita

Enam Lembaga Kaget Dana BOP Raib di Bank BNI Pamekasan

Wednesday, November 18, 2020



Pamekasan - Oknum Forum Komunikasi Diniyah Takmiliyah (FKDT) tingkat kecamatan diduga mengkoordinir bantuan operasional pendidikan (BOP) pesantren dan lembaga pendidikan keagamaan Islam di Pamekasan, Rabu (18/11/2020).

Hal itu disampaikan Gus Ali, salah satu Kepala Madrasah Diniah di Kecamatan Pasean. Menurutnya, proses pencairan dana Covid-19 tahap kedua sarat masalah.


Pihaknya menyayangkan keputusan Dirjen Pendidikan Islam Kementarian Agama RI atas putusan tanpa rekom dalam proses pencairan tahap kedua.


"Akibat tanpa adanya rekom tersebut sehingga dimanfaatkan oleh FKDT setempat," kata Gus Ali kepada suarajatimpost.com.


Dikatakannya, meski pun bukan lembaga terkait bisa mencairkan dana BOP tersebut dengan cara mendownload di link ditpdpontren.kemenag.go.id.


Dengan begitu, siapapun bisa mencairkan dana ke BNI Cabang Pamekasan dengan mudah asal mengantongi piagam lembaga.


"Kami berharap tahap berikutnya Kemenag RI mengeluarkan rekom dalam proses pencairannya," paparnya.


Selain itu, dia menyoal perihal tidak becusnya pengawas Pemantauan dan Evaluasi BOP Ponpes dan Bantuan Daring tingkat kecamatan.


Sebab, pengawas tidak turun langsung mengawasi. Gus Ali menilai pengawas menginstriksikan FKDT setempat untuk mengkoordinir fee bantuan Covid-19.


"Kami menilai pencairan tidak sesuai dengan juknis (petunjuk teknis) dikarenakan dikoordinir oleh oknum FKDT," terangnya.


Ia menduga FKDT menjadi makelar yang mengkoordinir untuk kepentingan pribadi dan memperkaya diri. Sebab, dalam proses pencairannya meminta fee. Fee pun bervariasi, mulai dari 40% hingga 50%.


"Info yang kami dengar bahwa jika lembaga tidak memberikan fee maka bantuan tersebut akan diganti ke lembaga lain," tambahnya.


Anehnya, kata dia, pemegang piagam lembaga marak dipegang oknum FKDT sewaktu hendak mencairkan dana BOP di bank.


Senada dengan Gus Ali, Ustad Supat. Ia mengaku kaget terkait hilangnya dana bantuan Covid-19 di bank tahap pertama. Padahal lembaga tersebut sudah ada rekom.


Sedikitnya ada 6 lembaga di Pamekasan raib dananya. Diantaranya; TPQ Darul Ulum Kadur, TPQ Al Hidayah Palengaan, TPQ Babus Salam Palengaan, TPQ Raudatul Adfal, TPQ Bustanul Huda dan TPQ Nurul Hidayah.


"Sewaktu pihak lembaga hendak mencairkan dana ke bank BNI Cabang Pamekasan, ternyata dana sudah ada yang mencairkan (raib)," ucap Ustad Supat.


Dia mengaku khawatir tahap kedua yang jelas tanpa rekom banyak yang hilang, mengingat tahap pertama raib.


"Khawatir ada permainan dalam proses pencairan dana bantuan Covid-19 ini mengingat maraknya dana lembaga yang raib," paparnya.


Ia menduga ada kongkalikong antara oknum FKDT dengan pihak bank. Sebab, oknum berinisial NH dengan mudah mencairkan dana.


"Kami menduga ada kongkalikong pihak bank dalam proses pencairan yang mengakibatkan dana Covid-19 raib," tegasnya.


Hingga berita ini diturunkan, belum konfirmasi kepada pihak terkait. (red)