Tercium Aroma Pungli Dana Insentif Tim Covid-19 di Puskesmas Tanjung Sampang -->
Cari Berita

Tercium Aroma Pungli Dana Insentif Tim Covid-19 di Puskesmas Tanjung Sampang

Wednesday, October 21, 2020


SAMPANG - Terendus dugaan praktik pungli (pungutan liar) dana insentif tenaga kesehatan yang menangani Covid-19 di UPTD Puskesmas Tanjung, Kabupaten Sampang, Rabu (21/10/2020).


Informasi yang dihimpun, pungli dilakukan kepada petugas kesehatan yang menangani Covid-19. Sedikitnya, ada 12 orang yang mendapatkan kucuran dana dari pemerintah pusat. 


12 petugas kesehatan yang menerima itu terdiri dari dokter maupun perawat yang berstatus pegawai negeri sipil (PNS). Masing-masing menerima dana bervariatif. Mulai dari Rp 1,8 juta hingga Rp 3 jutaan.


Insentif itu dikirim langsung melalui rekening masing-masing petugas kesehatan yang mendapat SK (surat keputusan).


Namun, berdasarkan kebijakan Kepala UPTD Puskesmas Tanjung Sampang Hj. Siti Hurin Ain, insentif itu diinstruksikan harus dikumpulkan ke puskesmas setempat.


Total insentif yang diterima petugas kesehatan mencapai Rp 40 juta. Dana yang seharusnya untuk 12 orang itu justru dibagikan kepada sejumlah petugas yang bekerja di Puskesmas Tanjung dengan nominal berbeda.


"Setelah insentif masuk, kemudian dana itu diminta oleh petugas (berinisial YWS). Setelah terkumpul, uang itu nantinya akan dibagikan kepada seluruh karyawan puskesmas," kata salah seorang petugas kesehatan penerima SK yang enggan disebut namanya.


Menurutnya, tenaga kesehatan yang menerima insentif hanya menerima Rp 300 ribu, ada yang Rp 400 ribu. Bahkan ada yang hanya menerima Rp 250 ribu.


"Ada yang terima jutaan rupiah. Sementara kami yang bersentuhan langsung dengan pasien Covid-19, mereka yang menikmati. Padahal yang rentan tertular kami," jelasnya.


Sementara itu, Kepala UPTD Puskesmas Tanjung Hj. Siti Hurin Ain berdalih hal tersebut bukan pungli. Hanya saja, pemerataan dana insentif kepada seluruh karyawan.


"Hanya pemerataan agar seluruh petugas menerima karena yang bekerja bukan hanya penerima SK. Semuanya bekerja," kata Ain.


Dikatakan, meski tidak ada regulasi yang mengikat perihal pemerataan itu, dia mengaku bertekan bagi rata untuk kebersamaan.


Atas dalih kebersamaan itu, dia berani mengambil hak orang lain (penerima SK) untuk dibagikan kepada yang lain.


"Tidak ada regulasinya, makanya hampir seluruh puskesmas dana insentif ini belum disalurkan," paparnya.


Perihal data penerima dana insentif tenaga kesehatan yang menangani Covid-19 di Puskesmas Tanjung, dia mengaku hanya ada 6 orang.


Dari 6 orang penerima itu, dia tidak mau membeberkan siapa nama-namanya. 6 tenaga kesehatan itu menerima kucuran dana insentif selama 3 bulan. Terhitung mulai bulan Maret, April dan Mei.


"Rp 40 juta itu untuk bulan Maret, April dan Mei. Cair melalui rekening masing-masing orang (6 tenaga kesehatan)," tukasnya.


Diketahui, data penerima dana insentif tenaga kesehatan ialah; Yusi Agustiningrum, Reny Sulistyowati, Ach Syaifullah, Nur Syarifah Hayati, Nurdian Evadarianto, Edwin Akbar, Ita Rahmawati, Ratih Ismayanti, Vonita Aditya, ST Nurhasiah, Henni Kurniawati dan Sri Asrikah. (red)