Kepala DLH Pamekasan Sebut Pendirian RSIA Siti Aisyah Tak Perlu HO -->
Cari Berita

Kepala DLH Pamekasan Sebut Pendirian RSIA Siti Aisyah Tak Perlu HO

Sunday, October 11, 2020


PAMEKASAN - Kepala Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kabupaten Pamekasan Amin Jaber menyebut izin gangguan (HO) kini tak perlu. Hal tersebut mengacu pada Permendagri No 19 Tahun 2017 tentang Pencabutan Permendagri No 27 Tahun 2009 tentang Pedoman Penetapan Izin Gangguan di Daerah.


Oleh sebab itu, seluruh aturan perizinan HO di Kabupaten Pamekasan perlu kiranya dicabut. Sama hal dengan Klinik Utama Siti Aisyah yang mau naik status menjadi Rumah Sakit Ibu & Anak (RSIA) Siti Aisyah.


"Yang sering menjadi sumber masalah di masyarakat terkait usaha izin gangguan atau HO. Sementara pada Permendagri Tahun 2017 No 19 menerangkan HO dihapus," kata Amin Jaber saat mengisi acara sosialisasi & dialog bersama masyarakat menuju Rumah Sakit Ibu & Anak di SMP Muhammadiah, Sabtu (10/10/2020).


Menurutnya, dalam pengurusan izin berusaha terintegrasi secara elektronik atau Online Single Submission (OSS) tidak diperlukan izin gangguan atau HO.


Oleh karenanya, Jaber meminta masyarakat untuk memahami dan mengikuti aturan-aturan baru terkait pengurusan izin. Sebelumnya HO memang dibutuhkan, namun kini tidak diperlukan.


Sementara itu, Direktur Klinik Utama Siti Aisyah Aminatus Sa'diyah menuturkan jika klinik telah naik status akan ada jaminan kesehatan gratis seumur hidup untuk warga sekitar yang kurang mampu.


Jaminan sosial yang akan diberikan itu berupa kartu yang nantinya akan tersistem dengan operator Rumah Sakit Ibu & Anak Siti Asiyah.


"Sebulan setelah Rumah Sakit Ibu & Anak diresmikan, kami akan beri biaya berobat gratis seumur hidup bagi warga sekitar kurang mampu," ucap Aminatus Sa'diyah.


Ia sangat berterima kasih kepada masyarakat sekitar yang telah mensupport dan mendukung perubahan status klinik menjadi rumah sakit.


"Terima kasih kami sampaikan kepada seluruh warga atas apresiasi dan dukungannya. Tanpa kalian kami tidak bisa apa-apa," tuturnya.


Wakil Direktur Umum dan Keuangan RSUD dr H Slamet Martodirdjo, Daeng Ali Taufik berharap perubahan status berjalan lancar agar lebih bermanfaat labi bagi warga sekitar.


"Dengan program unggulan memberikan jaminan kesehatan terhadap warga sekitar sudah nilai positif," kata Daeng.


Dikatakan, dengan membawa misi memberikan kemanfaatan terhadap masyarakat berasaskan kemanusiaan ini sudah luar biasa.


Artinya, Rumah Sakit Ibu & Anak ini berpedoman terhadap nilai-nilai Pancasila. Sehingga berguna bagi warga, bangsa dan negara.


Terpisah, Roni salah seorang warga sekitar mengaku bangga dan bahagia atas perubahan status tersebut. Sebab, sejak berdirinya Klinik Utama Siti Aisyah tahun 1974 manfaatnya luar biasa bagi masyarakat.


"Mudah dijangkau bagi warga sekitar yang mau berobat. Intinya kita warga mendukung," katanya sembari diiringi tepuk tangan warga lainnya.  (is)