Masyarakat Wonosari Geram, Diintimidasi dan Diancam akan Digusur oleh PT. GLEN NEVIS Gunung Terong -->
Cari Berita

Masyarakat Wonosari Geram, Diintimidasi dan Diancam akan Digusur oleh PT. GLEN NEVIS Gunung Terong

Sunday, September 20, 2020


(20/09/20) Setelah beberapa tahun diintimidasi dan diancam oleh perusahaan, para buruh yang tergabung dalam persatuan buruh wonosari mulai bertindak. Pasalnya, pihak perusahaan tidak mengantongi izin dalam melakukan penggusuran rumah di daerah afd.wonosari, karena sebelum perusahaan tersebut berdiri telah ada perumahan di daerah tersebut. Pembangunan rumah itu menggunakan dana pribadi diluar tanggungan perusahaan.


Surat nomor 057/PERSONALIA/GN-GT/IX/2020 perihal pengosongan rumah yang tertanda tangani oleh pihak PT.GLEN NEVIS Gunung Terong tidak ada satu pun mencantumkan aturan hukum menyoal penggusuran/pengosongan rumah. Sementara status tanah dan rumah telah ditempati pada tahun 1952 sesuai keterangan saksi hidup. Maka sudah lebih 60 tahun ada perkampungan disana.


"Saya diberikan surat oleh pihak perusahaan yang pertama itu salah, dimana rumah pribadi saya dikatakan rumah dinas, termasuk tanggalnya pun salah. Setelah itu diberikan surat kedua, yang didalamnya menyatakan kalau saya harus mengosongkan rumah saya selambat-lambatnya tanggal 20 September 2020. Padahal itu rumah saya, turun temurun dari orang tua saya sebelum ada perusahaan. Kok ya mau gusur paksa gitu" ujar warga yg mau digusur


Penggusuran paksa ini jelas melanggar hak hak masyarakat, sesuai UU No. 11 Tahun 2005 pasal 11 ayat (1) "Mengakui hak setiap orang atas standar kehidupan yang layak baginya dan keluarganya, termasuk sandang, pangan dan perumahan...". Ketentuan ini mendasari bahwa setiap masyarakat wonosari berhak menempati rumah tersebut.


Masyarakat saat ini tidak hanya sekali saja di intimidasi, semenjak tahun 2018 pun telah diintimidasi dan diancam. Dimulai dari pemecatan kerja tidak jelas, hak upah tidak dibayar penuh, hak pesangon yang dipotong, dan tidak aturan pensiunan dengan usia. Masyarakat wonosari yang tergabung dalam persatuan buruh wonosari sudah mengumpulkan data dan fakta lapangan berupa surat penggusuran puluhan warga dan pekerja dirumahkan tanpa dasar.


"Kami berharap dari adanya surat ancaman penggusuran paksa dari pihak perusahaan tidak ada lagi, karena telah menyalahi aturan hukum, dan kami juga tidak pernah meminta pertanggung jawaban perusahaan dalam hal ini. Jelas kami menolak dan mengecam tindakan penggusuran paksa ini." ucap ketua persatuan buruh wonosari.