DPC JPKP kec. Raas Sumenep, Kembali Salurkan Bantuan -->
Cari Berita

DPC JPKP kec. Raas Sumenep, Kembali Salurkan Bantuan

Thursday, September 17, 2020

Jatim Aktual - Sumenep, Raas, DPC JPKP (Jaringan Pengawas Kebijakan Pemerintah) kecamatan Raas, Sumenep, Jawa Timur, kembali salurkan paket bantuan sembako berupa beras 10 kg, minyak goreng 2 liter, gula 2 kg dan uang tunai kepada masing-masing penyandang disabilitas yang ada dibeberapa desa diantaranya desa Brakas 5 orang, Poteran 1 orang, Karangnangka 2 orang, Kropoh 3 orang dan desa Ketupat 5 orang.

Warga yang menerima bantuan ini merupakan warga yang tidak tercover bantuan pemerintah. Sebab mereka tidak punya (KTP) Kartu Tanda Penduduk dan sulit untuk melakukan perekaman karena keterbatasan fisik yang tidak memungkinkan untuk melakukan itu. Warga mengaku sangat bersyukur dengan tersalurnya beberapa paket bantuan ini.

“Saya sangat bersyukur sekali dengan tersalurnya bantuan ini setelah bertahun-tahun hidup tanpa ada penghasilan yang mecukupi keluarga”. Tutur Buzairi, salah satu warga Desa Brakas Kecamatan Raas itu.

Ketua DPC JPKP Kecamatan Raas, Darus Salam menuturkan, pihaknya akan terus mengupayakan adanya bantuan terhadap masyarakat penyandang disabilitas dan warga miskin lainnya secara bertahap sekalipun tidak seluruh warga penyandang disabilitas dan warga miskin tercakup dalam bantuan kali ini. Hal itu disebabkan terbatasnya dana yang kami peroleh.

“Kami masih terus mengupayakan ada bantuan-bantuan seperti ini sampai semua warga disabilitas maupun warga miskin bisa mendapatkan bantuan”. Tutur Darus, Rabu 16/9/20.

Upaya ini dilakukan dalam rangka mengurangi beban ekonomi warga penyandang disabilitas karena Mereka sudah tidak bisa bekerja sebagaimana sebelum lumpuh akibat keterbatasan fisik yang menimpanya, sehingga perhatian serius dari pemerintah maupun masyarakat sekitar sangat penting.

Jadi harapan kami kedepannya kepada para pemangku kebijakan untuk lebih memprioritaskan kesejahteraan dalam penanganan disabilitas baik kesehatan dan kebutuhan hidupnya. Karena mereka sudah tidak bisa melakukan pekerjaan seperti orang lain pada umumnya. (Noval/Vicky)