Haji Hendy dan Afiliasi Jaringan 212 -->
Cari Berita

Haji Hendy dan Afiliasi Jaringan 212

Tuesday, August 4, 2020

Jatim Aktual - Jember,
Baru-baru ini banyak beredar foto bakal calon Bupati Jember, Haji Hendy Siswanto yang tengah bercengkerama mesra dengan pimpinan besar gerakan 212 yakni Habieb Rozieq Syihab, juga disertai beberapa foto lain yakni terlibatnya H. Hendy dalam tim pemenangan pasangan Prabowo-Sandi dalam gelaran pilpres 2019 yang sebagaimana kita tahu pasangan ini disokong oleh gerbong besar gerakan ormas bermasalah (baca HTI, FPI, PA 212) yang secara diametral bertentangan dengan perjuangan Jam'iyah Nahdlatul Ulama, NU pada pilpres 2019 tengah berjuang all out untuk memenangkan Rois A'am PBNU yang maju sebagai Calon Wakil presiden yakni KH. Ma'ruf Amien, dari titik ini saja kita sudah dapat memilah dimana sebenarnya posisi ideologis H. Hendy Siswanto tersebut 

Jember Adalah Salah satu kabupaten dengan basis terbesar pesantren di Jawa Timur (data ditpon kemenag yakni total ada 611 pesantren) ini tentu menjelaskan bahwa warna peta kecenderungan ideologis masyarakat Jember ialah masyarakat muslim tradisionalis yang secara organisasi dan tradisi berafiliasi dengan Jam'iyah Nahdlatul Ulama. Sudah barang tentu ada ikhtiar besar dalam momentum politik kedepan kontestasi kepemimpinan Jember dapat dimenangkan oleh figur yang merepresentasikan kader asli Nahdlatul Ulama dan Santri 

Selama 5 tahun pemerintahan Bupati Faida dapat dikatakan NU Jember menjadi kelompok yang termarjinalkan, ini dibuktikan dengan berkembang biaknya jaringan Wahabi-Salafi yang mengakar melalui beberapa lembaga pendidikan di kabupaten Jember, diperumitnya regulasi bantuan terhadap guru ngaji di kampung-kampung, sulitnya NU jember mengakses ruang publik guna dijadikan lokasi kegiatan jama'ah (kejadian terakhir ialah tidak turunnya izin acara upacara hari santri 22 Oktober 2019 di alun-alun kota Jember yang diajukan oleh PCNU Jember) dan masih banyak sederet konflik pasang surut lainnya antara Bupati Faida dengan NU secara Jam'iyah 

Polemik ini tentunya bukan polemik yang muncul dengan tiba-tiba, sebab sejak awal kepemimpinannya Bupati Faida diduga berafiliasi dengan organisasi Hizbut Tahrir Indonesia (ini dibuktikan dengan beredarnya Foto Dr. Faida terlibat aktif dalam kegiatan-kegiatan kajian HTI) maka sudah selayaknya sepanjang kepemimpinannya Bupati Faida kerapkali memperumit kerja-kerja dakwah Islam Ahlussunnah wal jamaah annahdliyah dan kepentingan Jam'iyah NU Jember. 

Kini gelagat yang sama kembali muncul, sosok itu bernama H. Hendy Siswanto (figur yang diduga berafiliasi dengan FPI dan dekat dengan sosok Habieb Rizieq Syihab, serta ditenggarai menjadi salah satu donatur tetap gerakan 212) bahkan menggunakan strategi yang amat mirip dengan Faida di tahun 2015 yakni menggandeng figur pesantren guna mengelabui afiliasi ideologinya sendiri 

Akankah kesalahan yang sama akan kembali terulang dalam gelaran pilbub Jember 2020 esok ? Yakni Jember dengan masyarakat mayoritas santri tradisionalis kembali melabuhkan pilihannya pada figur yang berafiliasi dengan ormas radikal ? 

wallahu a'lam bisshowab.
---------
Penulis : Arya Ranggalawe
Editor  : Vicky