DR. Arqam Azikin Pengamat Politik Lewat IG Sikapi Dinamika Politik di Golkar Sulsel -->
Cari Berita

DR. Arqam Azikin Pengamat Politik Lewat IG Sikapi Dinamika Politik di Golkar Sulsel

Friday, August 28, 2020


Klik di https://www.instagram.com/tv/CEYfA13pRgv/


Jakarta - DR.ARQAM AZIKIN, Pengamat Politik dan Kebangsaan menguraikan pandangan dan pendapatnya terkait dinamika dan perseteruan di tubuh Dewan Pimpinan Daerah (DPD) I Partai Golkar Sulawesi Selatan (Sulsel).


Di akun instagramnya @arkamazikin, Kamis (27/08/2020), ia mengatakan bahwa, hasil Musda DPD Partai Golkar Sulsel di Jakarta terpilih aklamasi Dr H Taufan Pawe sebagai Ketua DPD Golkar Sulsel sekaligus Ketua Formatur untuk menyusun struktur Pengurus DPD Partai Golkar Sulsel.


"Setelah selesai, ada tantangan 'Tugas Politik' berikutnya buat Taufan Pawe selaku Ketua Terpilih Partai Golkar Sulsel. Yaitu konsolidasi pengurus, persiapan Pilkada 12 Kabupaten/Kota, evaluasi DPD Kabupaten/Kota hasil Pemilihan Legeslatif 2019 dan lain-lain yang bersifat lebih strategis," kata Dr. Arqam Azikin, Mantan aktivis Mahasiswa Universitas Hasanuddin (Unhas) saat dihubungi, Kamis (27/08/2020).


Menurut Mantan Presidium Perhimpunan Pers Mahasiswa Indonesia (PPMI) ini, tantangan selanjutnya bagi DPD Partai Golkar Sulsel adalah menyiapkan program kerja dan turun ke basis-basis masyarakat untuk menyerap aspirasi rakyat. Sebab, katanya Taufan Pawe selaku nahkoda harus juga menyiapkan program kerja dan turun ke basis-basis masyarakat untuk menyerap aspirasi.


"Perseteruan atau dimanika yang berlangsung di tubuh Partai Golkar Sulsel harus dituntaskan. Kubu loyalis Nurdin Halid dan Kubu Taufan Pawe harus bersatu untuk membesarkan partai. Jika tidak akan ketinggalan pada Pilkada 2020 dan Pileg 2024," terang Wakil Ketua Pengurus Forum Mahasiswa Pascasarjana Indonesia ini.


Perlu diketahui bahwa, terpilihnya Taufan Pawe (TP) sebagai Ketua Dewan Pimpinan Daerah (DPD) I Partai Golkar Provinsi Sulawesi Selatan (Sulsel) masih menyisakan gejolak. Dimana kubu Nurdin Halid (NH) membuat rapat formatur sendiri dan menyusun kepengurusan sendiri, yang mana formatur terdiri 3 orang dari kubu NH dan 2 orang formatur dari kubu Taufan Pawe.


Sementara kubu formatur Taufan Pawe terdiri dari dia sendiri dan formatur utusan DPP, Muhiddin M Said. Sehingga ada dua versi hasil formatur Musda DPD I Partai Golkar Sulsel, Kamis 6 Agustus 2020 lalu.


"Ketua Formatur berhak menyusun kepengurusan dan dibantu oleh anggota, bukan berarti anggota formatur bisa menentukan. Aturan ini ada di juklak dan pedoman organisasi Partai Golkar," tandas pria berkacamata ini. (red)


Penulis: RB. Syafrudin Budiman, SIP