Ternyata Aksi FPI di Sumenep Tidak di Restui Kapolres -->
Cari Berita

Ternyata Aksi FPI di Sumenep Tidak di Restui Kapolres

Saturday, July 11, 2020

Jatimaktual.com, Sumenep- Front Pembela Islam (FPI) Kabupaten Sumenep, Madura, Jawa Timur menggelar unjuk rasa di depan Kantor Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Sumenep, Jum'at (10/7/2020).

Mereka menolak Rancangan Undang-undang Haluan Ideologi Pancasila (RUU HIP) yang dicanangkan DPR RI, yang saat ini pembahasannya masih ditunda.

"Secara prinsip kami menolak. Kemudian, kami meminta inisiator atau pencetus RUU HIP diseret keranah hukum," ungkap Kordinator Lapangan (Korlap) aksi, Lukmanul Hakim dalam orasinya, Jum'at (10/7/2020).

Ratusan massa tersebut bergerak dari sebelah barat Taman Adipura Sumenep (Taman Bunga), menuju kantor DPRD.

Namun, aksi ini tidak murni hanya soal Rancangan UUD HIP. Pasalnya, dalam orasi yang disampaikan oleh salah seorang tokoh agama, KH. Jurjis Muzammil bahwa, pemimpin yang diusung oleh  partai yang menggagas RUU HIP ini, tak pantas dijadikan pemimpin karena pro pada PKI.

"Paham-paham semacam ini berbahaya, Pancasila harus kita lindungi. Makanya nanti, jangan pilih pemimpin-pemimpin yang diusung partai merah, karena sudah jelas, mereka pro PKI," kata dia dalam orasinya.

Disisi lain Kapolres Sumenep, AKBP Darman mengatakan, bahwa pihaknya tidak memberikan idzin kepada Ormas Front Pembela Islam (FPI) , dikarenakan Sumenep saat ini masih dalam zona merah Covid-19, dikhawatirkan nanti akan menimbulkan penyebaran Covid-19 di kabupaten Sumenep semakin masif.

"Pada saat FPI menyampaikan surat pemberitahuan kepada kami (Polres), kami sudah memberikan pemberitahuan via tertulis, selanjutnya kami juga melakukan lobi-lobi agar aksi  bisa dicancel, karena Sumenep hari masih dalam zona merah Covid-19", terang AKBP Darman saat dihubungi via pesan singkat WhatApp

Lebih lanjut, Kapolres mengatankan bahwa pihak agak kecewa terhadap FPI, karena tidak mengindahkan pemberitahuan dari Polres, namun, di sisi lain ia juga memaklumi karena hal itu memang niat masyarakat.

"Kami sudah melakukan pemberitahuan tertulis kepada pihak FPI,  namun karena mereka memaksa akan tetap turun. Ya karena ini dari masyarakat ya mau bagaimana lagi, kami hanya akan melakukan tugas kami,  mengamankan jalannya aksi" ujarnya