Survei Y-Publica: Partai Solidaritas Indonesia Berhasil Salip Partai Nasdem dan Demokrat -->
Cari Berita

Survei Y-Publica: Partai Solidaritas Indonesia Berhasil Salip Partai Nasdem dan Demokrat

Thursday, July 23, 2020

Jatimaktual.com, Jakarta - Lembaga survei Y-Publica menyatakan hasil surveinya menemukan bahwa elektabilitas Partai Solidaritas Indonesia (PSI) mengalami lonjakan besar dan bisa mengalahkan partai besar. Hal ini berdasarkan survei Y-Publica di lapangan terkait siapakan partai politik (parpol) yang akan menjadi pilihan.

"Elektabilitas PSI meningkat jau dari 2,7 persen pada bulan Maret 2020 menjadi 4,6 persen," jelas Rudi Hartono, Direktur Eksekutif Y-Publica kepada media Rabu, 22 Juli 2020.

Kata Rudi, Y-Publica menilai dalam kurun waktu 4 bulan tidak ada perubahan signifikan dalam peta elektoral dukungan terhadap partai politik. Rudi juga menyampaikan, bahea masyarakat menganggap PSI aktif bergerak dan bekerja dalam penanganan dampak pandemi Covid-19.

"Walaupun pada Pemilu 2024 sangat jauh dan lama, kerja-kerja sosial PSI di masyarakat berhasil mendongkrak elektabilitas," terangnya.

Rudi menjelaskan, atas hasil survei elektabilitas PDIP masih yang paling top. Partai berlambang Banteng bermoncong putih ini ada di posisi teratas. Akan tetapi, elektabilitasnya sedikit turun dari sebelumnya 30,3 persen menjadi 29,1 persen

"Menyusul di bawahnya yaitu Gerindra, turun dari 15,2 persen menjadi 14,5 persen, dan Golkar turun dari 10,3 persen menjadi 8,5 persen," imbuhnya.

Secara berurutan katanya, pada posisi papan tengah adalah PKB (5,6 persen naik menjadi 6,1 persen), PKS (6,4 persen turun menjadi 5,6 persen), dan PSI (2,7 persen naik menjadi 4,6 persen).
PSI berhasil melewati NasDem NasDem (2,9 persen naik menjadi 4,0 persen), Demokrat (3,5 persen naik menjadi 3,6 persen), PPP (3,3 persen turun menjadi 2,6 persen), dan PAN (1,4 persen naik menjadi 1,5 persen).

Menurut Rudi, paling bawah ada partai Hanura (0,9 persen turun menjadi 0,7 persen), Perindo (0,7 persen turun menjadi 0,5 persen), Berkarya (0,4 persen turun menjadi 0,3 persen), PBB (tetap 0,1 persen), Garuda (0,2 persen/0 persen), dan PKPI (0,1 persen/0 persen). 

Selanjutnya untuk sisa responden mengatakan tidak tahu/tidak menjawab (16,2 persen/18,3 persen).

Kata Rudi, survei Y-Publica dilakukan pada tanggal 1 sampai dengan 10 Juli 2020 terhadap 1.200 orang mewakili seluruh provinsi di Indonesia. Survei dilakukan melalui sambungan telepon kepada responden yang dipilih acak dari survei sebelumnya sejak 2018. 

"Untuk survei ini margin of errornya ±2,89 persen dengan tingkat kepercayaan 95 persen," pungkasnya.

Penulis: RB. Syafrudin Budiman SIP