Komentar Pedas Keluarga Korban Terkait Insiden Pemukulan Aktivis PMII Pamekasan
Cari Berita

Komentar Pedas Keluarga Korban Terkait Insiden Pemukulan Aktivis PMII Pamekasan

Wednesday, July 1, 2020


Jatimaktual.com, Pamekasan - Aksi PMII Cabang Pamekasan terkait penolakan galian C di depan Mandhapa Ronggosukowati yang berakhir ricuh dan mengakibatkan salah seorang pengunjuk rasa mengalami luka dan harus dilarikan ke rumah sakit akibat tindakan represif dari oknum aparat Kepolisian Polres Pamekasan pada Kamis, (26/06/20).

Diketahui dalam kejadian tersebut setidaknya ada tiga masa peserta unjuk rasa yang mengalami luka karena tindakan represif dari aparat. Salah satu korban yang paling parah yaitu Ahmad Rofiqi, ketua Rayon PMII Persiapan Sakera IAIN Madura. Ia mengalami luka di kepala serta memar di bagian dada, dan mengalami nyeri pada tenggorokan.

Pasca kejadian tersebut, rupanya oknum aparat yang melakukan tindakan refresif tersebut belum datang ke pihak keluarga korban, setidakya hanya untuk meminta maaf.

Hal ini, diakui oleh keluarga korban, Muhri Andika, Saudra dari Moh. Rofiki (Vicky) sekaligus Penanggung Jawab pihak korban yang mengalami luka paling parah, mengatakan, bahwa sampai detik ini masih belum ada dari pihak tersangka yang datang menemui keluarganya.

"Kalau dari pihak oknum pelaku belum ada yang datang ke korban. Sementara ini baru dari Polres Pamekasan, yaitu Kapolres sendiri sudah dua kali datang didampingi Kasat Intel dan beberapa rombongannya. Beliau minta maaf secara kelembagaan.", ungkap Muhri, 01/07/20

Lebih lanjut, Muhri mengatakan, bahwa pihak keluarga keluarga korban tidak akan membiarkan kasus ini, serta belum bisa memberikan jawaban memaafkan atau tidak.

"Yang jelas pihak keluarga tidak akan membiarkan kasus ini. Persoalan memaafkan, belum bisa menjawab. Karena belum ada dari pihak oknum pelaku atau keluarganya yg datang meminta maaf kepada kami," lanjutnya.

Namun, karena pihak keluarga korban menghargai proses hukum dan instansi Kepolisian, sampai detik ini belum melakukan pelaporan secara resmi, mereka menunggu hasil dari proses hukum, apakah sudah sesuai dengan perbuatan yang sudah dilakukan tersangka.

"Sebelum pihak korban melakukan pelaporan resmi, Polres sudah memproses oknum pelaku pemukulan itu. Tinggal menunggu hasilnya dulu, yang pasti kami juga menghargai Instansi Kepolisian. Apakah nanti kita laporkan lagi terkait pidananya atau sanksi internal ini sudah sebanding dengan perbuatannya, tinggal lihat aja hasilnya nanti." Terangnya.

Sementara saat disinggung soal Konfrensi Pers yang dilakukan oleh Bupati bersama PMII dan Polres Pamekasan, pihaknya mengaku tidak tahu dan tidak diberi tahu sebelumnya. 

" Kalau soal Konfrensi Pers, Silahkan Tanya Ke Pendopo, karena yang mengadakan dan tempatnya juga di Pendopo, kami pihak keluarga tidak tahu dan tidak dikasih tahu pada saat itu, cuma berselang sehari kemudian dari Cabang PMII,  IKAPMII dan PKC Jatim datang, Tetapi sampai detik ini dari Pihak Bupati atau yang mewakili belum, ya Mungkin dianggap tidak penting karena konfrensi Pers sudah selesai". pungkas Mantan Aktivis PMII tersebut.