Republik Mahasiswa IAIN Madura Tolak Kebijakan Rektor Tentang Pemotongan UKT
Cari Berita

Republik Mahasiswa IAIN Madura Tolak Kebijakan Rektor Tentang Pemotongan UKT

Thursday, June 18, 2020

Suasana Forum Audiensi
Jatim Aktual - Pamekasan, Jajaran organisasi mahasiswa yang tergabung dalam Republik Mahasiswa (RM) IAIN Madura, melaksanakan audiensi dengan para pimpinan kampus IAIN Madura. Kamis, 18/6/20.

Audiensi tersebut sebagai bentuk pengkawalan untuk menindak lanjuti kebijakan rektor yang menanggapi hasil aksi sebelumnya, kamis 11/6/20.

Dalam kesempatan forum diskusi tersebut, Rektor IAIN Madura menyebutkan bahwa pihaknya akan segera mengadakan musyawarah.

"kami akan mendiskusikan hal ini dengan para jajaran kampus dan kami akan mengusahakan untuk memberikan yang terbaik pada mahasiswa". Ucap Muhammad Kosim.

Berdasarkan hasil aksi sebelumnya pihak kampus menerima dan menjadi kesepakatan untuk menjadikan delapan tuntutan tersebut sebagai landasan dalam mengambil kebijakan. Hal tersebut diperkuat dengan bukti tertulis yaitu penanda tanganan oleh pihak rektor langsung.

Akan tetapi faktanya pihak kampus dinilai tidak konsisten, karna mengeluarkan kebijakan yang berbeda, pihak rektor hanya berdalih bahwa pasca aksi beliau dalam kondisi keadaan sakit, sehingga kurang konsentrasi terhadap surat yang diajukan.

kepada Jatim Aktual, Ubaidillah, ketua Dema Institut, mengatakan pertemuan tadi jam 09:00  WIB, sangat terburu buru. Dalam dialog tersebut terlihat respon emosi dan menuai hasil yang tidak sebanding dengan keadaan mahasiswa secara umum.

"Jujur kami kecewa, pimpinan terlalu terburu-buru dan tidak terkontrol, jadi poin-poin yang kami sampaikan menuai hasil yang tidak sebanding" tutur mahasiswa semester akkhir tesebut.

Ubay, sapaan akrabnya menambahkan bahwa pimpinan kampus tidak melihat kondisi perekonomian hari ini, keputusan rektor sangat tidak memihak kepada mahasiswa. 

Pihak kampus, tidak benar benar memperhatikan nasib mahasiswa, karena selama proses pembelajaran mahasiswa secara umum tidak mendapatkan bantuan apapun dari pihak kampus, dengan ini kami perwakilan mahasiswa IAIN Madura menyatakan menolak terkait dengan skenario pemberian kompensasi UKT semester gasal, karena dinilai tidak obyektif dan tidak dengan hasil kesepakatan bersama antara pimpinan dengan mahasiswa.

"jadi kami menolak skenario pimpinan tentang pengurangan UKT tersebut, ini jelas tidak obyektif dan tidak melihat kondisi perekonomian masyarakat, kami akan tetap mengkawal" imbuhnya

Senat Mahasiswa (Sema) Institut IAIN Madura memberikan ketegasan mengenai hal itu.

"kami akan melakukan pengkawalan terhadap persoalan ini, sampai pihak kampus memberikan kebijakan yang tidak memberatkan mahasiswa" tegas Taufiqurrahman kepada media. (rus/vic)