Massa Aksi Meradang, Rektor IAIN Madura Menghilang
Cari Berita

Massa Aksi Meradang, Rektor IAIN Madura Menghilang

Tuesday, June 23, 2020

Jatim Aktual - Pamekasan, Geram dengan putusan rektor yang dinilai memberatkan mahasiswa, Gabungan organisasi mahasiswa yang mengatas namakan Republik Mahasiswa (RM) kembali turun aksi menuntut rektor IAIN Madura untuk memberikan keringanan dan tidak memberatkan mahasiswa. Selasa, 23/6/20.

Diketahui bahwa sebelumnya pada Kamis, 18 juni 2020 rektor kampus IAIN Madura mengeluarkan surat keputusan No : B-815/In.38/R/PP.00.9/06/2020, yang isinya tentang pengurangan UKT 15% dengan syarat mengacu pada Keputusan Mentri Agama (KMA). 

Namun keputusan tersebut ditentang oleh mahasiswa IAIN Madura, hal itu dirasa sangat memberatkan, katidak sesuai dengan kondisi perekonomian mahasiswa saat ini.

Rata-rata warga Madura terdampak secara ekonomi, bukan secara fisik. Hal itu yang dirasa sangat berbanding terbalil dengan putusan rektor yang mengacu pada KMA.


Kepada Jatim Aktual, Ketua Dema Institut IAIN Madura mengatakan bahwa pihaknya akan terus mengkawal sampai rektor benar-benar bijak dalam memberikan solusi.

"Aksi kedua kalinya, untuk meminta kepada rektor lebih serius memberikan kebijakan ditengah pandemi, melihat surat Keputusan rektor pada hari kamis sebelumnya, kebijakan tersebut tidak sesuai dengan harapan mahasiswa ditengah pandemi covid-19" Tutur Ubay sapan akrabnya.

Dirinya juga mengatakan bahwa sampai kapan pun UKT ini akan terus dikawal tuntas.

"aksi pada kali ini akan terus menjadi kawalan kami mahasiswa iain madura sampai kebijakan rektor benar benar memihak pada mahasiswa" imbuh mahasiswa semester akhir tersebut.

Sementara itu, rektor yang dituju tidak ada dikampus IAIN Madura. Massa aksi ditemui oleh Wakil Rektor 1, dia menyampaikan bahwa hari ini rektor IAIN Madura sedangeng menghadiri undangan. 

Namun mahasiswa tetap menunggu dan menuntut rektor untuk menemui massa aksi. (Vick)