Warga Desa Sana Laok Mengeluh, Program BPNT Tidak Tepat Sasaran
Cari Berita

Warga Desa Sana Laok Mengeluh, Program BPNT Tidak Tepat Sasaran

Rumah Inspiratif
Friday, May 15, 2020

Jatim Aktual - Pamekasan, Program BPNT (Bantuan Pangan Non Tunai) yang diberikan kepada Keluarga Penerima Manfaat (KPM) setiap bulannya melalui mekanisme akun elektronik yang digunakan hanya untuk membeli bahan pangan. Yang diperuntukan masyarakat kurang mampu, nampak tidak tepat sasaran. Pasalnya banyak warga di desa Sana Laok, kec. Waru, Kab. Pamekasan, mengeluh karena penerima program BPNT justru orang yang berkecukupan dalam segi tempat tinggal hingga kehidupan.

Salah seorang ibu rumah tangga yang tidak mau disebutkan namanya menyatakan bahwa di daerahnya yakni Desa Sana Laok, sangat banyak masyarakat yang kehidupannya layak namun justru menerima BPNT. Namun, sebaliknya masyarakat yang kehidupan jauh dari kata cukup justru tidak menerima program tersebut.

"Saya justru merasa kasihan dengan tetangga saya yang kehidupan sehari-hari serba kekurangan, seolah tidak tersentuh dengan program-program pemerintah", keluhnya.

Bahkan, lebih lanjut dia berpendapat, bahwa realisasi program ini terkesan pilih kasih, dan tak sesuai tujuan awal, yakni untuk membantu masyrakat yang kurang mampu.

"Coba fikir ya mas, dari tujuh dusun yang ada di desa ini dusun A hampir semuanya dapat, sedangkan dusun satunya tidak ada yang dapat sama sekali, apa namanya kalau bukan pilih kasih", ujarnya.

Berdasar banyaknya keluhan dari masyarakat, sejumlah pemuda di desa Sana loak, tidak tinggal diam, mereka bahkan langsung mendatangi kepala Desa, untuk meminta pertanggung jawaban.

"kami sempat mendatangi kepala desa dan menyampaikan prihal keluhan masyarakat, namun, kepala desa seolah lempar tanggung jawab ke aparatur desa, karena kewenangan ada sama mereka, ketanya". Ujar salah seorang pemuda yang enggan disebut namanya. Jum'at, 15/05/20

Hingga berita ini terbit, kepala desa Sana Laok, masih belum bisa dikonfirmasi.
__________
Wartawan : Fairus
Editor : Rofiki