3 Kandidat Ketum PB PMII dari Jatim Kompak Ngisi Diskusi Online PC PMII Jember -->
Cari Berita

3 Kandidat Ketum PB PMII dari Jatim Kompak Ngisi Diskusi Online PC PMII Jember

Wednesday, April 22, 2020

Jatimaktual.com, Jember, Tiga calon ketua umum PB PMII menjadi narasumber diskusi online yang diadakan oleh PC PMII Jember. Diskusi online PC PMII JEMBER mengangkat tema "the strategy of PMII in fancing the era sains and technology" bersama ketiga pemantik diskusi yang masing-masing merupakan bakal calon ketua umum PB PMII yang berasal dari jawa timur. Zulfahmy wahab, davida ruston khusen dan muhammad abdullah syukri dengan dipandu oleh moderator Alvian Zaenal Ansori.

Adapun diskusi online diikuti kader PMII seluruh Nusantara. Beragam apresiasi juga diberikan dengan adanya diskusi online berbincang strategi PMII bersama 3 calon ketua PB PMII asal Jawatimur. Salah satunya adalah apresiasi yang diberikan oleh sahabat Panji, Ketua PKC Kaltim.

"Saya sangat berterimakasih dan mengapresiasi atas diselenggarakannya diskusi online oleh PC PMII Jember, sebagai bentuk wadah dialektika kader-kader dan ruang untuk mengetahui kapasitas dari calon ketua umum PB PMII" Ungkapnya.



Sahabat alvian di sesi akhir diskusi menyimpulkan beberapa argumentasi yang di sampaikan dari setiap pemantik diskusi bahwa Keinginan dalam mewujudkan sebuah organisasi yang baik, benar dan jelas telah tergambar dari argumentasi ketiga pemantik yang memunculkan sebuah gagasan dan beberapa program yang nantinya akan direalisasikan.

Pertama, dentuman babak baru di era teknologi informasi ini perlu adanya pengembangan sumber daya yang utuh dan mapan dalam menghadapi problematika zaman, salah satunya dengan Reskilling dan Upskilling begitu yang di sampaikan sahabat zulfahmy wahab. Reskilling merupakan sebuah tahap pendampingan dan pembinaan terhadap kader & anggota PMII agar tetap memiliki integritas. Sedangkan, upskilling memiliki makna memberikan berbagai treatment untuk peningkatan ilmu pengetahuan dan kapasitas dari tiap kader & anggota PMII. Termasuk di dalamnya sebuah gagasan PMII Inovation Center, sebagai metode apresiasi menjawab kebutuhan PMII kedepannya.

Kedua, sahabat Davida ruston khusen melihat peran PMII harus menilik kembali bagaimana kesejarahan terjadinya era baru ini, bermula pada sebuah revolusi industri pertama yang menekankan pada pertumbuhan koginitif hingga revolusi industri keempat titik temunya pada teknologi informasi. Lebih lanjut disampaikan mengenai distruption era, dimana semua hal mulai terdigitalisasi. Namun, beliau juga menekankan pada dua hal "kemajuan teknologi bisa mempermudah kerja manusia atau malah membawa bad impact" pungkasnya. Bad impact yang dimaksud ialah semakin malasnya terhadap pengerjaan sesuatu hal. Termasuk saat ini millenial urban perlu menjaga proporsinya meski organisasi bukan pilihan kesukaan tapi PMII perlu membentuk cara baru dalam mengambil peran tersebut.

Ketiga, menurut sahabat M. Abdullah syukri, konsepsi keagamaan bisa berjalan dengan ilmu pengetahuan hingga kemudian PMII tidak hanya mengerjakan program layaknya EO tapi menumbuhkan sifat & ciri khas PMII itu sendiri.  Memuat juga didalamnya sebuah portal berita di media sosial agar PMII memiliki agregat terhadap counter wacana yang dimunculkan oleh kalangan tertentu yang ingin merusak citra keislaman. Termasuk pendapatnya juga menyoal peran PMII saat ini menyusun konsepsi jenjang kaderisasi seperti mapaba pkd atau pkl bersifat online di masa pandemi covid-19 saat ini.

Ilmu pengetahuan dan teknologi berjalan tarik menarik dalam kehidupan ber-PMII, berbangsa dan bernegara. Tidak ada yang pasti dalam perkembangan zaman kedepan namun inovasilah yang akan membawa perubahan. Pungkasnya

Besar harapan kader PMII di seluruh Nusantara yakni mendapati sosok pemimpin baru yang memiliki kapasitas yang tinggi dan kredibilitas yang apik. Karena sejatinya, organisasi besar seperti PMII bukanlah organisasi yang main-main, perlu adanya pembaharuan untuk mampu menjawab berbagai tantangan zaman di masa depan.