Direktur AMAN Indonesia Kongkow Online bareng KOPRI PC PMII Jember
Cari Berita

Direktur AMAN Indonesia Kongkow Online bareng KOPRI PC PMII Jember

Tuesday, April 21, 2020

Jatimaktual.com, Jember, 20 April 2020 Kopri PC PMII Jember mengadakan diskusi daring bersama Sahabati Rubi Kholifah dengan mengusung tema "SDGs dan Covid 19: Menjaga Kesetaraan Gender." Diskusi yang dimulai dari jam 15.00- 17.00 WIB ini diawali dengan pembahasan Sahabati Rubi soal apa yang dimaksud dengan SDGs "SDGs adalah sebuah konsep pembangunan berkelanjutan dengan indikator besar yakni tanpa kemiskinan, tanpa kelaparan, kehidupan sehat dan sejahtera, pendidikan berkualitas, kesetaraan gender dan dua belas indikator lainnya."

"Adanya ruang diskusi Online menyoal SDG's dan covid-19 dalam menjaga Kesetaraan Gender ini merupakan sebuah ikhtiar bersama KOPRI PC PMII untuk membangun sinergitas dalam upaya-upaya pencapaian tujuan besar SDG's yang salah satunya adalah Kesetaraan Gender", tutur Nabila, sekretaris KOPRI yang juga memandu jalannya diskusi online.

Ruby, direktur AMAN Indonesia menyampaikan bahwa konsep SDGs adalah konsep yang ambisius maka dari itu membutuhkan kerja sama yang serius dari semua pihak khususnya terkait pembiayaan. Selain itu dia juga menyebutkan bahwa Indonesia salah satu negara yang ditunjuk PBB untuk merumuskan SDGs selain Perdana Mentri Inggris dan Nigeria.

Tak hanya menyoal perempuan, diskusi juga membahas mengenai dampak Covid 19 pada Perempuan dan Anak Perempuan yang dikutip dari laporan PBB tanggal 9 bulan April kemarin. "Perempuan dan Anak perempuan terdampak Covid-19 terdapat dalam 3 sektor yaitu Ekonomi, Kesehatan dan Pekerjaan Tak berbayar"

"Dalam sektor Ekonomi terlihat dari adanya pembatasan orang, barang dan layanan serta penutupan pabrik-pabrik manufatur jelas merugikan perempuan. Kesehatan, WHO melaporkan 70% perempuan bekerja di medis tetapi tidak sebagai pengambil kebijakan. Pekerjaan Tak Berbayar, dengan adanya stay at home perempuan lebih sering melakukan perannya di rumah sebagai Ibu Rumah Tangga, di negara maju mereka di bayar sebagai Ibu Rumah Tangga tetapi tidak di Indonesia. Selain itu, dengan adanya school from home seorang Ibu juga melakukan peran lebih intens disana." Jelas Sahabati Rubi.

Diskursus mengenai Gender memang tak akan bisa selesai pada ruang-ruang diskusi. Semua elemen perlu berpartisipasi dalam upaya memperjuangkan Kesetaraan Gender, termasuk pemerintah. Rofidatul Hasanah, ketua KOPRI Jember, menyepakati bahwasannya pencapaian tujuan Kesetaraan Gender dalam SDG's tersebut juga dapat didukung dengan aturan yang bersifat responsif Gender, namun lagi-lagi ketika berbicara terkait peraturan, kita semua tahu bahwa RUU Penghapusan Kekerasan Seksual pun tak kunjung disahkan dan malah memprioritaskan RUU Ketahanan Keluarga yang secara substansial dari beberapa poinnya adalah mengembalikan perempuan dalam ranah domestik.

Jika ditarik kembali pada problema yang dihadapi bersama di tengah pandemi covid-19 saat ini, maka perlu sekali pemerintah segera mengesahkan RUU PKS yang mana didalamnya mengatur dasar hukum yang jelas keberpihakannya pada perempuan, apalagi adanya kebijajan harus stay at home, yang mana membuka peluang yang sangat besar terjadinya kekerasan dalam rumah tangga. Tak hanya itu, berbagai rekomendasi yang telah disampaikan Narasumber perlu sekali untuk diwujudkan, antara lain; memastikan adanya Kesetaraan dalam setiap pengambilan kebijakan, mengarahkan perubahan transformasi pada gender, pemerintah melakukan assessment secara holistik berbasis gender, dan penyediaan layanan yang higienis di desa-desa.