PC PMII JEMBER, RESPON BURUK ATAS PENCATUTAN NAMA BAIK LEMBAGA, OLEH OKNUM YANG TIDAK BERTANGGUNG JAWAB
Cari Berita

PC PMII JEMBER, RESPON BURUK ATAS PENCATUTAN NAMA BAIK LEMBAGA, OLEH OKNUM YANG TIDAK BERTANGGUNG JAWAB

Sunday, March 1, 2020

Jatimaktual.com, (01/03/20) Berkembangnya zaman berkembang pula SDM manusia, termasuk di PMII. Saat ini kader PMII di seluruh wilayah mengalami penambahan kuantitas seiring banyaknya minat rakyat indonesia menjadi mahasiswa. Dari sini sangat perlu adanya upgrade metode dan cara-cara untuk menggapai Tujuan PMII sesuai dengan keinginan para pendiri PMII. Namun upgrade cara tersebut tidak harus sama dan bahkan sangat dibutuhkan suatu perbedaan. Jika dizaman dahulu PMII belum bisa menjajaki kedudukan di tataran birokrasi pemerintahan, saat ini diperlukan hal itu. Terbukti saat ini kader PMII mampu menjajaki tataran eksekutif, legeslatif dan yudikatif pemerintahan di indonesia. Dari tingkatan pemerintahan pusat, wilayah bahkan kabupaten atau kota

Hal tersebut menjadi kebanggan tersendiri bagi PMII. Karena untuk menanampakn ideologi termasih adalah menggungakan kekuasaan. Zaman dulu, Rosulullah memperjuangkan nilai islam selain menggunakan akhlak juga menggunakan kekuasaan. Saat walisongo menyebarkan islam di Indonesia, salah satu cara masif bisa menanamkan nilai keislaman melalui pernikahan dengan anak penguasa. Maka sangat membanggakan bagi PMII apabila kader PMII mampu berkecimpung dan menjadi bahian pengambilan kebijakan tertinggi ditataran pemerinahan.

Saat ini memasuki era milenial, yakni segala kebutuhan sudah mampu dilayani oleh teknologi. Dari sini, manusia harus mampu kreatif dan inovatif agar tidak tergerus dan tersingkirikan karena teknologi, spesifikasi disini kader PMII. Harus mampu memiliki gagasan dan bertindak inovatif, kreatif dan solutif untuk menjawab tantangan zaman. Menjadi kader yang mengamalkan nilai dzikir, dan berfikir inovatif untuk beramal sholeh sesuai kebutuhan zaman.

Organisasi selamanya terdiri dari beberapa orang yang berserikat dan memiliki tujuan yang sama. Dalam hal ini PMII bagian dari organisasi yang terdiri dari banyak pemikiran, suku dan local wisdom masing-masing anggotanya. Karena PMII hadir di seluruh kampus di Indonesia tanpa terkecuali. Berangkat dari banyaknya pemikiran dan kondisi kader diwilayah masing-masing maka dirasa sangat perlu untuk pimpinan organisasi mengadakan forum permusyawaratan. Dalam peraturan organisasi PMII yang telah di rumuskan pada Muspimnas 2019 bertempat di Boyolali Jawa Tengah disitu telah termaktub jelas adanya Pedoman penyelenggaraan Permusyawaratan PMII, yang dalam hal ini digunakan oleh kepengurusan untuk memberi fasilitas pada kader dalam tukar pikiran dan ide serta gagasan.

Forum permusyawaratan yang termaktub dalam PO tersebut juga berjenjang dan memiliki hierarki masing-masing. Untuk kemudian dari forum tersebut menghasilkan produk hukum atau aturan masing-masing yang berlaku sesuai forum wilayah masing-masing. Forum Musyawarah Pimpinan Daerah yang selanjutnya disingkat MUSPIMDA ini diselenggarakan oleh PKC di setiap daerah tataran wilayah. Dalam hal ini Muspimda bertujuan untuk forum diskusi merumuskan aturan diwilayah provinsi yang dihadiri oleh perwakilan tiap cabang atau kota di dalamnya untuk beradu gagasan dan ide dalam merumuskan atau menafsirkan hasil kongres dan muspimnas PB PMII.

Forum Muspimda merupakan forum tertinggi ke dua di PKC PMII setelah Komkorcab. Di forum ini mengagas ide dan pikiran kader seluruh wilayah jawatimur yang diwakili oleh tiap cabang masing-masing di Jawa Timur. Forum ini menyatukan ide dan gagasan cemerlang kader untuk memaknai dan menafsirkan AD/ART serta PO PMII, secara spesifik dalam bidang pengembangan kaderisasi, advokasi dan keagamaan untuk menjawab tantangan zaman yakni era milenial.

Maka tugas amanah yang mulia dilakukan penuh perjuangan oleh Pengurus Koordiator Cabang Jawa Timur dengan mengusung grand thema "Pemuda Dalam Narasi Pembangunan Kawasan Prekonomian Khusus" yang pada hari ini sedang Berlangsung Closing dihadiri Oleh Khofifah Indar Parawansyah Sebagai Mabinda PKC PMII JATIM.

Perjalanan proses musyawwarah berjalan sesuai dengan apa yang kita harapkan bersama sebagimana bentuk ikhtiyar memberikan yang terbaik untuk kader-kader sejawatimur. Ini dibuktikan munculnya Ide dan gagasan dari cabang
Yang begitu cemerlang dan tentu briliyan.

Diantaranya rekomendasi yang sudah menjadi kesepakatan berdasarkan musyawwarah mufakat, diantaranya
1. Jumlah pengurus PKC Jatim maksimal 30 orang, tidak termasuk ketua umum.
2. Mempertegas interdependensi PMII-NU.
3. Implementasi aplikasi SIAP (sistem informasi aplikasi PMII)
4. Legalitas lembaga bantuan hukum (LBH) PMII Jawa Timur.
5. Badan Usaha Milik Koordinator (BUMKC) PMII Jawa timur.
6. Lembaga riset PMII Jatim.
7. Handbook Kaderisas PMII Jatim.
8. Advokasi berbasis sosial (pengembangan potensi desa dan daerah) Jawa Timur.
9. Sertifikasi Intruktur wilayah PMII Jawa Timur.

Pagi tadi tepatnya pukul 06:35 kami mendapatkan pesan dari serial number 0877-4325-1665 berisikan sebuah Pres Rilis mengatasnamakan OPOSISI KREATIF, disertai dengan Pamflet Aksi Tolak Kehadiran Gubenur Jawa Timur di penutupan MUSPIMDA PMII JATIM. Dengan titik aksi pendopo Arya Wiraraja Lumajang.

Kami menyebutnya Sebagai Oknum yang tidak bertanggung jawab, tidak gentel untuk bertatap muka, padahal secara konteks Agama kita selalu di ajarkan bertabayun dalam persoalan Hal apapun. Apa jangan-jangan oknum tersebut tidak beragama?

Ironisnya Oknum tersebut menggunakan Aliansi Cabang Se-Jawa timur, padahal pada kenyataannya tidak ada koordinasi, komunikasi sebelumnya. Kami dari beberapa cabang sangat keberatan atas pencatutan nama baik lembaga kami.

Dalam paparan pres rilis yang di angkat bagi kami sangatlah Absurd, hanya mempertanyakan PMII UNTUK SIAPA & DIMANA? ini jauh dari panggang Api yang menurutnya, MENUJU KEMERDEKAAN SECARA BERFIKIR & BERTIDAK. padahal dasar Logika itu harus berbentuk Konsep Logis, itu yang menjadikan inti dalam berdialektika. Dan tentu jelas validitasnya.

Parahnya oknum tersebut dengan bangganya menganggap FORUM MUSPIMDA GAGAL, peçutan tersebut sangatlah tidak berdasar.

Kalo boleh kami mengajukan pertanyaan, apakah PKC PMII JATIM, Setering Comite, Organizin Comite kaluar dari Produk Hukum PMII? Apakah mereka kaluar dari GBHO? Letak pelanggran baik dari PO maupun ADART? Sungguh oknum yang jauh dari TRILOGI PMII, justru PKC PMII JATIM mengajarkan kepada kita semua untuk menjadikan Regulasi Administrasi sebagai jantung organisasi.

Maka dengan rasa syadar dan insyaf oknum tersebut yang menobatkan dirinya paling benar, paling kritis. Harus bertanggung jawab atas tindakan yang sama sekali tidak mencerminkan Nilai-nilaI PMII.

Selamat bermusyawarat kader PMII se Jawa Timur, untuk berkembangnya kaderisasi PMII jawa timur yang lebih baik sesuai dengan keadaan budaya setempat.