Jumpo Ambruk, Salahkan Bupati dan Dinas PU Cipta Karya dan Tata Ruang -->
Cari Berita

Jumpo Ambruk, Salahkan Bupati dan Dinas PU Cipta Karya dan Tata Ruang

Monday, March 2, 2020

Jatimaktual.com,  Jember - Pagi hari ini Kota jember di hebokan dengan ambruknya Jalan Sultan Agung, Jumpo. Yang mengakibatkan 7 kavling ruko ikut terlibas jatuh kesungai.

Sahabat Mahmuda bidang Advokasi dan gerakan PC PMII Jember, turut berkomentar. Sejak tahun 2019 jalan menuju kota tersebut sudah retak, namun tak kunjung ada perbaikan yang dilakukan. Pemerintah hanya memasang penutup dari pelastik di atas rangka bambu panjang 50 meter.

Lanjut mahmuda kelahiran jember itu, salahkan bupati dengan  Dinas PU Cipta Karya dan Tata Ruang karena jalan itu ambruk atas ketelelodoran pelayanan pembangunan dan pengembangan kawasan yang berorientasi pada pemberdayaan masyarakat.
Pemerintah sama sekali tidak ada usaha preventif.

Jika jalan sudah ambruk, terjadi kemacetan menuju kota, serta masyarakat berbondong-bondong melihat layaknya tempat wisata. Tidak heran jika pemerintah akan live in lokasi, lalu dengan binarnya mengatakan ini bagian dari musibah atau juga mungkin pelemparan tanggung jawab antara provensi dan juga daerah. Masyarakat sudah miskin masih saja di politisi.

Padahal perhari ini terjadi jembatan penghubung empat desa amblas tepatnya jembatan kelungkung di desa sukorambi, Kecamatan Sukorambi, Akibatnya akses ke Desa Karangpring, Klungkung, Jumerto dan Banjarsengon terputus. dan sebuah pembatas tembok sekolah jebbol.

Hal tersebut terjadi juga efek banjir dari aliran sungai kali jumpo, Dinas Cipta Kerja dan Tata Ruang luput dari perumusan kebijakan dan penyusunan program pembangunan sekaligus celaka dalam penyusunan program penataan ruang. Pungkas sahabat mahmuda.