HAK PEREMPUAN ADALAH BAGIAN HAK ASASI MANUSIA -->
Cari Berita

HAK PEREMPUAN ADALAH BAGIAN HAK ASASI MANUSIA

Sunday, March 8, 2020


Dalam rangka peringatan hari perempuan Internasional, Rumah Teduh, Kopri-PMII Jember dan Jentera Perempuan Jember mengadakan rangkaian kegiatan berupa Sholat dan doa bersama, longmarc, art performance, dan kajian bersama. Kegiatan ini dilaksanakan di alun-alun Jember pada Minggu, 8 Maret 2020.

Momen Hari Perempuan Internasional ini untuk membangkitkan ingatan bahwa perjuangan untuk membangun keadilan bagi perempuan belum selesai. Permasalahan penindasan masih terus berlanjut. Dari Catatan Tahunan Komnas Perempuan 2020, ada laporan bahwa 431.471 perempuan mengalami kekerasan, dan sangat mungkin kejadian yang tidak dilaporkan masih lebih banyak. Selama 12 tahun  terakhir data kekerasan melonjak hingga 792%, hampir 8 kali lipat. Dari sisi kesehatan, Angka Kematian Ibu pada tahun 2019 masih 305/1000 kelahiran hidup.
Di bidang politik, angka keterwakilan perempuan di DPR RI tahun 2019 juga hanya 20,5%, masih jauh dari harapan. Tahun 2019, jumlah PNS perempuan, baik pusat maupun daerah lebih banyak dari laki-laki, yakni mencapai 51, 29. Namun demikian, peningkatan ini tidak berbanding lurus dengan jabatan structural yang didapat. . Secara nasional, hanya ada 13% jabatan pratama dan 15,3 jabatan madya yang diduduki oleh perempuan.

Perempuan pekerja di perusahaan sebagai buruh dan karyawan, jumlahnya mencapai 50%, namun demikian hanya 25 % dari Perempuan tersebut yang mendapat tunjangan keluarga, 49% diantaranya tidak mendapatkan ijin menyusui di jam kerja. Selain itu, 69% perusahaan tidak memiliki aturan khusus untuk perlindungan pekerja perempuan dari pelecehan seksual di  perusahaan.

Data dari Pusat Kajian Gender dan Seksualitas UI menyebutkan pada tahun 2015 angka perkawinan dini di Indonesia peringkat kedua teratas di Asia Tenggara. Hingga tahun 2018, Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (KPPPA) mencatat 1.348.866 pernikahan dini anak perempuan dibawah usia 16 tahun.  Padahal, di desa-desa pernikahan dini masih banyak dilakukan dibawah tangan, yang berarti data dari KPPPA itu masih jauh dibawah angka yang sebenarnya.

Data-data diatas menjadi bukti bahwa perempuan masih mengalami marginalisasi ekonomi, subordinasi, diskriminasi, harus menanggung beban ganda dan bahkan mengalami kematian karena berbagai bentuk kekerasan yang mengancamnya. Opresi yang dialami oleh perempuan ini adalah masalah kemanusiaan. Untuk itu, Rumah Teduh, Kopri Jember dan Jentera menyerukan kepada :

1. Pemerintah untuk menata ulang regulasi dan kebijakan untuk penjaminan hak-hak perempuan sebagaimana hak manusia secara utuh

2. Ormas dan elemen-elemen masyarakat lain agar secara bersama membangun budaya yang berperikemanusiaan dengan menghargai hak-hak semua manusia secara adil dan setara

3. Pihak kepolisan, kejaksaan, dan kehakiman harus berkomitmen untuk menangani kasus dengan berpihak pada korban.

4. Akademisi dan institusi pendidikan  perlu mengkaji ulang model dan materi pembelajaran agar lebih responsive gender

5. Partai politik harus mengedepankan misi kemanusiaan dengan memberikan peluang dan kesempatan bagi perempuan untuk mendorong partisipasi politik formal perempuan

6. Pengusaha dan perusahaan memberikan peluang kerja tanpa diskriminatif terhadap perempuan, juga harus memfasilitasi terjaminnya hak-haknya.

7.  Media harus responsive gender dan mendidik masyarakat dengan tidak lagi memberikan citra negatif dan stereotype terhadap perempuan.

8. Tokoh-tokoh Agama dan tokoh-tokoh masyarakat harus mengambil peran dalam membangun kesadaran untuk menjamin hak-hak perempuan dalam keluarga, komunitas dan sebagai warganegara.

9. NGO dan lembaga-lembaga Perempuan harus terus memperjuangkan pembebasan opresi terhadap perempuan dengan berjejaring secara lebih massif.

10. Semua individu untuk mengambil peran untuk menghargai, memuliakan, memperlakukan orang lain dengan mengedepankan nilai kemanusiaan yang adil, setara dan beradab.


Jember, 8 Maret 2020
ttd
Linda Dwi Eriyanti (Rumah Teduh)
Rofidatul (Kopri Jember)
Yamini (Jentera Perempuan Jember)