Gugatan ICW pada Nurul Ghufron adalah Gerakan Sakit Hati
Cari Berita

Gugatan ICW pada Nurul Ghufron adalah Gerakan Sakit Hati

Wednesday, March 11, 2020


Jatimaktual.com - (11/03/20) Perihal gugatan oleh koalisi masyarakat sipil  atas keputusan presiden (Keprres) RI nomor 129/P tahun 2019 tentang pengangkatan pimpinan komisi pemberantasan korupsi (KPK) atas nama Nurul Ghufron ke Pengadilan Tata Usaha Negara Langkah gugatan ini diambil koalisi karena melihat bahwa Undang-undang KPK baru tepatnya Pasal 29 huruf e menyebutkan bahwa "untuk dapat diangkat sebagai Pimpinan KPK harus berusia paling rendah 50 tahun".

"Sedangkan Nurul Ghufron saat ini masih berusia 45 tahun," ujar Peneliti Indonesia Corruption Watch (ICW) Kurnia Ramadhana

Hal ini ditanggapi sinis oleh Jaringan Aktivis Muda Indonesia (JAM Indonesia) “Gerakan yang diambil oleh ICW terkesan seperti gerakan patah hati karena salah satu kawan mereka atas nama Luthfi Jayadi gagal lolos menjadi komisioner KPK dan tumbang di 10 besar” ucap Pathor Rahman koordinator Jaringan Aktivis Muda.

"Luthfi adalah figur yang sangat dekat dengan jaringan ICW, jadi asumsi saya gerakan ini adalah gerakan aji mumpung siapa tau apabila nanti posisi Nurul Ghufron dianulir oleh putusan PTUN maka ICW dapat menaruh kolega dekat mereka di jajaran kursi pimpinan KPK, sudah lama memang jaringan ICW ini melakukan cengkeraman atas institusi KPK lewat jaringan mereka ini". Tegas Fathor

Ghufron sendiri menanggapi santai rencana gugatan tersebut. Menurut dia, gugatan yang dilayangkan membuktikan bahwa masyarakat Indonesia memiliki kesadaran hukum yang tinggi.

"Bahwa setiap warga yang dalam pandangannya merasa ada yang salah kemudian mengajukan masalahnya ke hukum, itu membanggakan dan saya menghormatinya," ucap dia kepada wartawan di kantornya, Jakarta, Rabu (11/3).

Ia pun menyerahkan sepenuhnya terhadap proses hukum yang nantinya berjalan.

"Kami menganggap lawan di bidang hukum adalah sahabat mencari kebenaran," pungkasnya.